— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada sesi pertama perdagangan, Senin (21/9/2026). Perlambatan ini terjadi seiring dengan kecenderungan investor untuk menahan aksi beli menjelang keputusan kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan digelar pekan ini.

Pada sesi pertama, IHSG tercatat turun 17,65 poin atau setara dengan 0,27%, mencapai level 6.423. Pelemahan ini terjadi berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham regional Asia yang justru menunjukkan pergerakan menguat.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang RDG BI. Keputusan yang akan diambil oleh bank sentral Indonesia ini dianggap sebagai salah satu katalisator penting yang akan menentukan arah pergerakan pasar domestik ke depannya.

Fokus pasar saat ini tertuju pada jalannya RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa hingga Rabu (22-23/9/2026). “Investor tengah mencermati arah kebijakan moneter domestik di tengah dinamika pasar global, termasuk perkembangan inflasi, nilai tukar, dan kondisi likuiditas,” tulis Pilarmas dalam risetnya yang dirilis pada Senin (21/9/2026).

Dari sisi eksternal, Pilarmas mengungkapkan bahwa sentimen pasar Asia secara umum relatif positif. Hal ini didorong oleh munculnya tanda-tanda peningkatan upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah serta upaya pemulihan aliran energi di kawasan tersebut. Kondisi ini turut memberikan dampak pada penurunan harga minyak dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menyatakan kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB. Trump juga disebut berpotensi mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara Teluk.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendorong negara-negara Teluk untuk bekerja sama dalam memulihkan stabilitas di kawasan.

PBOC Tahan Suku Bunga

Pilarmas juga menyoroti kebijakan Bank Sentral China (PBOC) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pinjaman selama 16 bulan berturut-turut. PBOC mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun di angka 3% dan LPR lima tahun sebesar 3,5%.

“Keputusan ini menunjukkan kehati-hatian para pembuat kebijakan China dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global,” papar Pilarmas.

Meskipun IHSG berada di zona merah, beberapa saham tercatat masih mampu menguat. Saham TRUE, NASI, BAJA, BBSS, dan CSMI menjadi saham dengan kenaikan terbesar pada sesi pertama perdagangan. Sebaliknya, saham KCI, FORU, GRPH, FPNI, dan GTBO menjadi saham yang mengalami penurunan terbesar.

Untuk perdagangan selanjutnya, Pilarmas merekomendasikan saham PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Tbk (SMDR) dengan rekomendasi beli. “Saham tersebut memiliki area support di level 390 dan resistance 438,” tutup Pilarmas.