— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif pada pembukaan sesi I, Kamis (17/9/2026). Indeks tercatat menguat 18,17 poin atau 0,28% ke level 6.455,03, mengakhiri tren tekanan yang berlangsung selama enam hari sebelumnya. IHSG hari ini bergerak dalam rentang 6.450 hingga 6.479.

Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan hingga 23% dan masuk dalam jajaran saham dengan pergerakan harga tertinggi atau top gainers. Salah satunya adalah saham PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS) yang melompat 23,13% ke harga Rp 181.

Volume perdagangan pada awal sesi mencatat 1,04 miliar saham telah ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 444,61 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 64.345 kali transaksi.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan dinamika yang cukup aktif. Sebanyak 305 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, sementara 144 saham terkoreksi dan 219 saham lainnya stagnan.

Sebelumnya, Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak melemah dengan support di level 6.371 dan resistance di angka 6.496. Analis mencatat bahwa mayoritas indeks saham Asia pada pagi ini menunjukkan penguatan, seperti Indeks Nikkei 225 yang naik 0,98% dan Indeks Kospi yang melesat 1,05%.

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan bahwa candle terakhir IHSG berbentuk inverted hammer, berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan MA5. Indikator Stochastic juga menunjukkan pola death cross mendekati area oversold. “Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.

Meskipun demikian, Reliance Sekuritas tetap memberikan rekomendasi saham pilihan untuk diperhatikan, yaitu BBRI, CPIN, INCO, dan MBMA.

Saham-saham yang masuk dalam kategori top gainers pada awal perdagangan sesi I tidak hanya AYLS. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) juga melesat 21,61% ke Rp 242, dan PT Chitose Internasional Tbk (CINT) melonjak 18,56% ke Rp 230.

Selain itu, saham PT Ditsribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menanjak 14,91% ke Rp 156, dan PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) mencatat kenaikan 11,11% ke harga Rp 260.