— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026), ditutup menguat 71,32 poin atau 1,11% ke level 6.473,21. Sepanjang sejam pertama, IHSG bergerak dalam rentang 6.448 hingga 6.490.

Pada periode yang sama, sebanyak 11,23 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,52 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 698.396 kali transaksi.

Kondisi pasar menunjukkan 359 saham mengalami kenaikan, sementara 213 saham diperdagangkan menurun, dan 214 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terpantau naik sebesar 0,54%.

Pergerakan positif IHSG ini terjadi di tengah pelemahan indeks saham Asia lainnya. Hang Seng (Hong Kong) jatuh 0,54%, Shanghai (China) melemah 0,52%, Nikkei (Jepang) anjlok 1,62%, dan Straits Times (Singapura) ambles 1,36%.

Saham Unggulan Mencatat Kenaikan Tertinggi

Di tengah penguatan IHSG, lima saham berhasil melonjak tajam dan masuk dalam daftar top gainers, dengan kenaikan harga saham berkisar antara 19% hingga 24%.

Tiga di antaranya bahkan mencapai batas auto rejection atas (ARA). PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memimpin dengan kenaikan 24,88% ke level Rp 2.150. Diikuti oleh PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang melesat 24,73% menjadi Rp 1.715, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 19,93% ke Rp 9.175.

Dua saham top gainers lainnya adalah PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang meningkat 21,9% ke Rp 256, dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) yang menanjak 20,31% menjadi Rp 77.

Saham Unggulan Mengalami Penurunan

Sebaliknya, saham PT Bersama Menuju Puncak Tbk (BAIK) mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan menempati posisi teratas dalam daftar top losers. Harga saham BAIK ambles 14,87% menjadi Rp 332.

Saham lain yang masuk daftar top losers antara lain PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang ambles 10,56% ke Rp 3.220, PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) anjlok 9,05% ke Rp 422, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) jatuh 8,72% ke Rp 178, dan PT Link Net Tbk (LINK) terpangkas 7,86% ke Rp 1.525.