— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (11/8/2026), merosot 97,4 poin atau 1,53% ke level 6.267,8.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham dalam LQ45 menunjukkan penguatan. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melesat 3,47% dan PT Indosat Tbk (ISAT) menanjak 2,38%.

Tiga saham berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), yaitu saham CSMI, STAR, dan YPAS. Selain itu, saham-saham lain seperti CSMI dan KJEN juga melonjak tajam, dengan kenaikan harga mencapai 14% hingga 35%.

Secara keseluruhan, bursa mencatat 148 saham menguat, 567 saham melemah, dan 248 saham stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 14,5 triliun.

Satu-satunya sektor yang berhasil ditutup menguat adalah sektor kesehatan dengan kenaikan 0,19%. Sebaliknya, sektor perindustrian mengalami pelemahan terdalam 3,49%, diikuti sektor barang konsumen non-primer (2,68%), teknologi (2,57%), properti (1,89%), barang baku (1,79%), energi (1,78%), infrastruktur (1,22%), barang konsumen primer (1,21%), keuangan (1,01%), dan transportasi (0,6%).

Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pasar cenderung berhati-hati menjelang review MSCI Agustus. Pelaku pasar menaruh harapan pada langkah reformasi regulator pasar modal domestik yang diharapkan dapat mendorong MSCI mencabut status pembekuan saham Indonesia dalam tinjauan indeks.

Dari sisi eksternal, bursa regional Asia bergerak bervariasi setelah harapan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz meredup.

Meskipun ada tekanan eksternal, Pilarmas melihat perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) sebagai katalis positif bagi pasar. Pencalonan ini dinilai memberikan kepastian dan menjaga kesinambungan kebijakan moneter pasca-pengunduran diri Perry Warjiyo. Pengalaman Destry di BI diharapkan dapat berkontribusi menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.

Saham-Saham Pemberi Cuan Terbesar

Pada hari yang sama saat IHSG melemah, lima saham memberikan keuntungan terbesar bagi investor dengan kenaikan harga antara 14% hingga 35% dalam satu hari.

Saham-saham tersebut meliputi PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang melesat 35% ke Rp 108, PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) melonjak 24,7% ke Rp 414, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 24,4% ke Rp 790.

Selain itu, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menguat 14,8% ke Rp 418, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) terangkat 14,1% ke Rp 178.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) longsor 14,9% ke Rp 655, PT SLJ Global Tbk (SULI) ambles 14,7% ke Rp 98, dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) jatuh 14,5% ke Rp 560.

Saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) terkoreksi 12,6% ke Rp 62, sementara PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terkikis 11,6% ke Rp 875.