DailyFX.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha dari negara-negara ASEAN dan Kanada untuk memanfaatkan secara optimal implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Ajakan ini disampaikan dalam forum dialog Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue yang digelar di sela-sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada.
Dalam sambutannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya CABC sebagai jembatan penghubung yang efektif dalam memperkuat hubungan bisnis antara perusahaan Kanada dan negara-negara anggota ASEAN. Ia juga menyoroti potensi besar pasar Indonesia bagi investor Kanada dan ASEAN, yang digambarkan sebagai pasar yang tidak hanya luas tetapi juga stabil dan terkelola dengan baik.
ICA-CEPA, yang telah ditandatangani pada tahun 2025, merupakan perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN dan kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara. Menko Airlangga menyatakan bahwa perjanjian ini hadir pada waktu yang tepat dan menjadi instrumen yang sangat relevan untuk memperdalam kerja sama ekonomi.
Perjanjian ini diproyeksikan akan memfasilitasi perdagangan dengan Kanada yang akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia. Sementara itu, Indonesia akan memberikan perlakuan serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada. Hal ini membuka peluang kerja sama di berbagai sektor yang saling melengkapi, termasuk hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, sektor pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.
Menko Airlangga mengundang para investor dan pelaku usaha untuk mengeksplorasi lebih lanjut sektor-sektor potensial tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun kerangka kerja yang mendukung investasi. Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi oleh kedua negara dan sedang dalam tahap pembahasan pengaturan teknis lebih lanjut, termasuk mengenai aturan asal barang (rules of origin).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menekankan bahwa dialog dengan pelaku usaha sangat krusial. Para pelaku usaha inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan manfaat konkret dari ICA-CEPA setelah perjanjian tersebut berlaku efektif. Oleh karena itu, kesiapan dunia usaha perlu dibangun sejak dini.
“Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret,” ujar Menko Airlangga.
Dalam rangkaian acara tersebut, Menko Airlangga juga turut hadir pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada, The Honourable Mélanie Joly. Pertemuan ini bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dari Kanada ke Indonesia di berbagai sektor strategis, seperti mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, dan kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, Menko Airlangga melakukan pertemuan bilateral dengan CEO AtkinsRealis, Ian L. Edwards, untuk membahas perkembangan kerja sama di bidang energi tenaga nuklir. Ia juga bertemu dengan CEO Sun Life, Kevin D. Strain, guna memperkuat kerja sama Indonesia-Kanada di sektor keuangan.
Forum ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, Presiden Canada-ASEAN Business Council (CABC) Wayne Farmer, serta para pemimpin bisnis dan investasi dari kawasan ASEAN dan Kanada. Delegasi Indonesia yang mendampingi Menko Airlangga antara lain Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.
Ikuti DailyFX.ID
