DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan pergerakan signifikan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Setelah sempat mencatat jual bersih oleh investor asing dalam tiga hari bursa sebelumnya, saham emiten bank besar ini berbalik arah dengan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 71,99 miliar.
Pada perdagangan Senin, saham BBCA ditutup stagnan di level Rp 6.375. Total 88,67 juta saham diperdagangkan sebanyak 37.603 kali transaksi, dengan nilai mencapai Rp 566,83 miliar.
Perubahan sentimen investor asing ini menarik perhatian analis. CGS International Sekuritas memproyeksikan saham BBCA berpotensi naik pada Selasa (11/8/2026). Resistance pertama dipatok di 6.433, diikuti resistance kedua di 6.492. Namun, risiko penurunan tetap ada dengan support pertama di 6.333 dan support kedua di 6.292.
Sementara itu, Samuel Sekuritas memperkirakan pertumbuhan laba BCA pada semester II-2026 akan tetap moderat. Proyeksi ini didasari oleh potensi peningkatan beban operasional dan biaya kredit yang diperkirakan bergerak menuju 60 basis poin. Kendati demikian, pemulihan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA dipandang sebagai faktor penyeimbang kinerja bank.
Samuel Sekuritas memprediksi NIM BBCA pada semester II-2026 berada di kisaran 5,5–5,9%, melampaui panduan manajemen sebesar 5,4–5,6%. Peningkatan ini didukung oleh kredit yang dibukukan pada kuartal II-2026 dengan tingkat bunga 50–100 basis poin lebih tinggi. Pemulihan imbal hasil kredit korporasi dan kenaikan imbal hasil reinvestasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sekitar 60 basis poin secara kuartalan juga turut menopang.
Berdasarkan analisis tersebut, Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 7.150, menggunakan asumsi rasio P/B sebesar 2,8 kali untuk proyeksi 2026.
Rekomendasi serupa datang dari KB Valbury Sekuritas yang mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga lebih tinggi, Rp 9.480. Target ini didasarkan pada valuasi price to book value (P/B) sebesar 3,8 kali untuk proyeksi 2026, sementara saat ini saham BBCA diperdagangkan pada P/B 2026 sebesar 2,5 kali. KB Valbury Sekuritas menilai tekanan harga saham BBCA belakangan ini justru menciptakan titik masuk investasi yang menarik karena valuasinya diperdagangkan dengan diskon yang cukup dalam.
MNC Sekuritas juga sejalan dengan mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA, menetapkan target harga Rp 8.700. Target ini mencerminkan rasio price to book value (PBV) sebesar 3,4 kali untuk estimasi 2026 dan 3 kali untuk estimasi 2027. Kinerja BBCA pada semester I-2026 dilaporkan sesuai ekspektasi, meskipun NIM masih menunjukkan tekanan.
Ikuti DailyFX.ID
