DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi primadona bagi investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Selain BBRI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga turut diborong oleh investor internasional.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencetak transaksi beli bersih atau net buy saham BBRI senilai Rp 628,49 miliar di pasar reguler. Sementara itu, net buy pada saham BBCA mencapai Rp 269,09 miliar.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga diminati investor asing dengan net buy Rp 140 miliar. Posisi selanjutnya ditempati saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 137,3 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 113,1 miliar.
Di sisi lain, transaksi jual bersih atau net sell terbanyak dialami saham PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai yang relatif tidak signifikan, yaitu Rp 52,8 miliar.
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 974,5 miliar di seluruh pasar BEI pada hari yang sama. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini mencapai Rp 70,6 triliun, berdasarkan data dari BEI.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas dalam risetnya merekomendasikan buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp 4.010 menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM). Target harga ini setara dengan price to book value (P/B) 1,8 kali untuk proyeksi 2026, menunjukkan bahwa saham BBRI saat ini diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah.
Potensi katalis positif bagi saham BBRI meliputi pertumbuhan kredit yang melampaui ekspektasi dan penyesuaian imbal hasil kredit yang moderat, yang dapat membantu net interest margin (NIM) melampaui panduan 2026.
Di sisi lain, JP Morgan mulai memandang positif saham BBRI dan melakukan upgrade rekomendasi dengan target harga moderat. Analis JP Morgan menilai BBRI memiliki bisnis kuat di segmen kredit mikro yang berkontribusi pada profitabilitas. Meskipun sempat mengalami pemburukan aset, masalah ini mulai diperbaiki seiring dengan program perbaikan internal dan dukungan program pemerintah.
JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Valuasi BBRI yang masih murah diprediksi menjadi katalis kuat untuk reli sahamnya. JP Morgan meng-upgrade saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400, berdasarkan PBV wajar 1,2 kali dengan ROE 17,4%, risk free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.
Ikuti DailyFX.ID
