— Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) kembali menjadi incaran investor asing. Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), tercatat adanya aksi beli bersih (net buy) asing senilai Rp 3,06 miliar untuk saham emiten pelayaran ini.

Meskipun harga saham SMDR stagnan di level Rp 390 pada hari yang sama, aktivitas perdagangan cukup signifikan. Sebanyak 30,29 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 2.270 kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 11,95 miliar.

Pergerakan positif saham Samudera Indonesia tidak hanya terjadi dalam satu hari. Dalam satu bulan terakhir, saham SMDR telah melonjak 29,14%. Selama periode tersebut, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 12,73 miliar pada saham ini.

Meskipun diburu investor, valuasi saham SMDR masih terbilang menarik. Rasio price to book value (PBV) berada di angka 0,64 kali, yang berarti harga sahamnya masih di bawah nilai buku per saham. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) tercatat 5,71 kali (annualized), menunjukkan harga saham relatif terhadap laba per saham yang disetahunkan.

Kinerja keuangan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menunjukkan pertumbuhan positif. Pada semester I-2026, perusahaan membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 32,52 juta, atau setara dengan Rp 574,32 miliar. Angka ini meningkat 11% dibandingkan dengan US$ 29,30 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Pertumbuhan laba Samudera Indonesia didorong oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, yang mencapai omzet US$ 421,76 juta (sekitar Rp 7,4 triliun). Angka ini lebih tinggi dibandingkan US$ 379,08 juta pada enam bulan pertama tahun 2025. Meskipun biaya jasa turut mengalami kenaikan menjadi US$ 346,94 juta dari US$ 306,49 juta, laba bruto perusahaan tetap meningkat menjadi US$ 74,81 juta dari sebelumnya US$ 72,58 juta.