DailyFX.ID — Investor asing kembali melancarkan aksi jual bersih atau net sell di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 21 September 2026. Aksi jual ini menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Secara keseluruhan, net sell asing di seluruh pasar pada hari itu mencapai Rp 510 miliar. Akibatnya, total akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan ini kembali bertambah menjadi Rp 74,8 triliun, berdasarkan data yang dirilis BEI.
Saham BMRI menjadi sasaran net sell terbesar dari investor asing di pasar reguler, dengan nilai mencapai Rp 140,6 miliar. Posisi kedua ditempati oleh saham ANTM, yang juga banyak dilego asing dengan nilai net sell sebesar Rp 139,9 miliar.
Selanjutnya, saham BBCA mencatat net sell asing senilai Rp 131,3 miliar, diikuti oleh saham TLKM dengan nilai net sell sebesar Rp 114,6 miliar.
Di sisi lain, transaksi beli bersih atau net buy terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Timah Tbk (TINS). Namun, nilai transaksi ini relatif tidak signifikan dibandingkan dengan aksi jual yang terjadi, yakni sebesar Rp 50 miliar.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini dilaporkan melemah. IHSG ditutup turun 56,4 poin atau 0,8% ke level 6.384,7. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 294 saham menguat, 372 saham mengalami penurunan, dan 297 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 11,8 triliun.
Sektor saham yang berhasil menguat pada penutupan pasar hari ini adalah sektor transportasi yang memimpin dengan kenaikan 0,5%, diikuti oleh sektor kesehatan yang menguat 0,2%. Sementara itu, sektor properti dilaporkan stagnan.
Sebaliknya, pelemahan melanda sejumlah sektor, termasuk sektor infrastruktur yang turun 1,3%, sektor barang konsumen primer 0,94%, sektor energi 0,93%, sektor barang baku 0,88%, sektor perindustrian 0,82%, sektor barang konsumen non-primer 0,4%, sektor keuangan 0,3%, dan sektor teknologi yang melemah 0,1%.
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan menjadi perhatian utama investor pekan ini. Keputusan BI diperkirakan menjadi salah satu katalis penting bagi arah pasar domestik. Fokus pasar tertuju pada RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 22-23 September 2026.
Dari sisi eksternal, sentimen pasar Asia dilaporkan relatif positif. Hal ini didorong oleh munculnya tanda-tanda peningkatan upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah dan memulihkan aliran energi di kawasan. Kondisi ini turut berkontribusi pada penurunan harga minyak dunia.
Investor juga mencermati kebijakan Bank Sentral China (PBOC) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pinjaman selama 16 bulan berturut-turut. PBOC mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun di level 3% dan LPR lima tahun sebesar 3,5%.
Ikuti DailyFX.ID
