DailyFX.ID — Investor asing kembali mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 23 September 2026. Saham-saham unggulan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi sasaran jual utama.
Secara keseluruhan di seluruh pasar, net sell asing tercatat sebesar Rp 460,7 miliar pada hari itu. Angka ini menambah total net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp 75,4 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.
Namun, jika merujuk pada pasar reguler yang menjadi acuan utama, angka net sell asing jauh lebih besar, yaitu menembus Rp 100 triliun. Posisi year to date (ytd) net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 102,9 triliun.
Pada hari tersebut, net sell asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham BBRI dengan nilai Rp 187,6 miliar. Saham BMRI menyusul dengan net sell asing sebesar Rp 128,7 miliar, dan TLKM dengan nilai Rp 124,6 miliar.
Di sisi lain, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy terbanyak pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 106,7 miliar. Saham PT Timah Tbk (TINS) juga diminati dengan net buy asing sebesar Rp 53,7 miliar.
Meskipun terjadi net sell asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan. IHSG melonjak 97,8 poin atau 1,5% ke level 6.374,9. Sebanyak 464 saham menguat, 200 saham melemah, dan 299 saham stagnan. Total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp 12,8 triliun.
Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menyatakan bahwa penguatan IHSG hari ini menunjukkan respons positif pasar terhadap keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. “Penguatan IHSG juga menunjukkan bahwa pasar mulai merespons positif kepastian kebijakan moneter domestik, meskipun investor asing masih mencatatkan net sell,” ujarnya.
Hendra menambahkan bahwa secara year to date, net sell asing di pasar reguler memang telah mencapai Rp 102,9 triliun. Namun, ia menilai kenaikan IHSG hari ini belum sepenuhnya mencerminkan perubahan arus dana asing. Menurutnya, penguatan ini lebih disebabkan oleh aktivitas bargain hunting dan perbaikan sentimen pasar setelah ketidakpastian keputusan BI mereda.
Seluruh sektor saham tercatat menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,4%. Sektor lain yang juga mencatat penguatan signifikan adalah energi (2,59%), barang konsumen non-primer (2,49%), perindustrian (2,2%), dan properti (1,9%).
Ikuti DailyFX.ID
