— JAKARTA – Investor asing menunjukkan kepercayaan pada saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 20,46 miliar pada Selasa, 11 Agustus 2026. Keputusan ini diambil meski harga saham emiten rokok tersebut ditutup melemah 0,36% ke level Rp 20.675.

Perdagangan saham GGRM pada hari itu melibatkan 2,18 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3.191 kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 45,21 miliar. Aksi beli asing ini merupakan pembalikan arah dari hari sebelumnya, Senin (10/8/2026), di mana investor asing mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp 12,59 miliar di saham GGRM, yang juga dibarengi dengan pelemahan harga 0,36%.

Menariknya, tren positif pembelian oleh investor asing sebenarnya telah berlangsung sejak 3 Agustus hingga 7 Agustus 2026, di mana mereka secara konsisten melakukan net buy. Saham GGRM sempat mengalami lonjakan signifikan sebesar 5,46% pada Jumat, 7 Agustus 2026, sebelum akhirnya mengalami tekanan pada awal pekan ini.

Puncak harga saham Gudang Garam sempat menyentuh Rp 21.825 pada Senin, level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Namun, setelah jeda siang, saham GGRM mengalami koreksi. Gudang Garam, yang didirikan pada tahun 1958 di Kediri, Jawa Timur, merupakan salah satu industri rokok terkemuka di Indonesia yang dikenal luas di dalam maupun luar negeri berkat kualitas rokok kreteknya.

Perusahaan ini menghasilkan berbagai varian produk, mulai dari sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM). Empat penerima manfaat akhir dari Gudang Garam adalah Juni Setiawati Wonowidjojo (komisaris utama), Susilo Wonowidjojo (direktur utama), Sigid Sumargo Wonowidjojo, dan Sumarto Wonowidjojo.

Di jajaran direksi, Indra Gunawan Wonowidjojo menjabat sebagai wakil presiden direktur. Berdasarkan laporan tahunan 2025, Indra Gunawan yang berusia 39 tahun diangkat pada 30 Juni 2022. Sebelumnya, ia memimpin direktorat pemasaran dari 2013 hingga 2022 dan memulai kariernya di Gudang Garam pada 2012 sebagai asisten presiden direktur – sekretariat direksi. Ia menempuh pendidikan teknik kimia di Santa Monica College, USA.

Laporan tahunan GGRM juga menyebutkan adanya hubungan afiliasi antara Indra Gunawan Wonowidjojo dengan Susilo Wonowidjojo, di mana Indra diketahui merupakan putra dari Susilo.

Sorotan terhadap saham GGRM semakin menguat seiring dengan peningkatan laba bersih perusahaan. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun pada semester I-2026. Angka ini melonjak drastis sebesar 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 117,16 miliar.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, emiten rokok ini mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547, melesat dari Rp 61 per akhir Juni 2025. Meskipun pendapatan atau omzet tercatat menurun menjadi Rp 41,17 triliun dari Rp 44,36 triliun di semester I-2025, Gudang Garam berhasil menekan biaya pokok penjualan menjadi Rp 35,19 triliun dari sebelumnya Rp 40,58 triliun.

Hasilnya, laba bruto Gudang Garam (GGRM) di enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 5,98 triliun, meningkat dari Rp 3,78 triliun pada periode Januari-Juni 2025. Total aset perusahaan juga menguat menjadi Rp 77,87 triliun, ditopang oleh penguatan kas dan setara kas yang mencapai Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas GGRM tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.