DailyFX.ID — JAKARTA – Minat terhadap investasi saham dan Exchange Traded Fund (ETF) Amerika Serikat (AS) dilaporkan melonjak tajam sepanjang tahun ini, beriringan dengan pencapaian rekor tertinggi indeks S&P 500. Data internal Pluang menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas investor.
Selama tiga tahun terakhir, jumlah investor saham AS yang aktif bertransaksi bulanan di Pluang meningkat enam kali lipat. Sementara itu, investor pemula di kelas aset ini mengalami lonjakan drastis hingga 63 kali lipat. Fenomena ini menandakan adopsi investasi saham AS yang kini telah meluas, tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.
Pergeseran ini terlihat dari komposisi investor. Saat ini, 38% investor saham AS di Pluang berasal dari kota-kota sekunder dan tersier. Pluang melayani investor di lebih dari 300 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, mengindikasikan bahwa investasi saham AS telah benar-benar menjadi bagian dari arus utama (mainstream).
Implikasi dari peningkatan minat ini juga terlihat pada total dana kelolaan (AUM) saham dan ETF AS di Pluang. Nilai AUM tersebut telah tumbuh 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Pada kuartal I-2026, tercatat bahwa sekitar satu dari lima investor baru memulai perjalanan investasinya melalui kelas aset ini.
Komitmen jangka panjang para investor juga terbukti kuat. Lebih dari 70% investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih memegang saham tersebut hingga kini (hold). Hal ini menunjukkan adanya kedisiplinan dalam strategi diversifikasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, menyatakan, “Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi, bukan menggantikan portofolio lokal mereka.”
Andreas mencontohkan, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) kini menguasai sekitar 45% dari kapitalisasi pasar S&P 500, menurut data Goldman Sachs pada 2026. Hal ini menegaskan pentingnya akses yang teregulasi ke perusahaan-perusahaan tersebut bagi investor Indonesia yang melakukan diversifikasi secara global agar tidak tertinggal dari potensi pertumbuhan.
Dari sisi produk, Pluang kini menawarkan akses ke lebih dari 650 saham dan ETF AS dengan kepemilikan asli dan saham pecahan (fractional ownership). Platform ini juga menyediakan perangkat investasi lanjutan, termasuk opsi (options) dan leverage untuk investor berpengalaman, yang disesuaikan dengan manajemen risiko dan keterbukaan informasi.
Andreas menambahkan bahwa Pluang secara penuh telah mentransisikan produk saham AS dan ETF ke skema penyaluran amanat nasabah ke bursa luar negeri (PALN) pada tahun 2025. Skema PALN merupakan satu-satunya jalur resmi yang diakui pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi investasi saham asing bagi investor ritel domestik dengan kepemilikan langsung atas saham dasar (underlying shares).
Melalui kemitraan Pluang dengan PT PG Berjangka, pialang berjangka berlisensi Bappebti dan perantara pedagang efek untuk derivatif keuangan berizin OJK, seluruh transaksi tercatat resmi di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Transaksi ini dieksekusi di bursa AS melalui Alpaca Securities LLC, pialang anggota FINRA yang diawasi langsung oleh US Securities & Exchange Commission.
“Seiring dengan semakin globalnya pandangan masyarakat Indonesia, tugas kami bukan hanya sekadar menyediakan akses, tetapi juga terus meningkatkan standar kualitas, transparansi, dan perlindungan investor di baliknya. Keputusan untuk bertransisi secara penuh ke skema PALN mencerminkan komitmen tersebut,” tutup Andreas Agung.
Ikuti DailyFX.ID
