DailyFX.ID — Iran telah menyatakan kesiapannya untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital bagi perdagangan global. Namun, pembukaan kembali selat ini bergantung pada pemenuhan sejumlah tuntutan yang diajukan oleh Teheran kepada Amerika Serikat. Syarat-syarat tersebut mencakup pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian ancaman militer dari Washington.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz telah mencapai tahap akhir. Kesepakatan ini akan menjadi landasan bagi pembukaan kembali selat tersebut, namun baru akan terealisasi jika tuntutan Iran dipenuhi.
Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dunia, sempat diblokade oleh Iran sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Araqchi menekankan bahwa Iran tidak akan membuka kembali selat itu sebelum Washington memenuhi semua syarat yang diajukan.
Tuntutan Iran tidak hanya terbatas pada kompensasi atas kerusakan akibat serangan, tetapi juga mencakup penghentian segala bentuk ancaman dari AS, pencabutan blokade angkatan laut di Teluk Persia, penghapusan sanksi ekonomi, dan pembebasan aset Iran yang saat ini dibekukan. Selain itu, Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, juga meminta diakhirinya serangan terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, serta Irak.
Meskipun Iran dan AS belum melakukan perundingan langsung, komunikasi antara kedua negara masih terus berlangsung melalui perantara. Presiden AS Donald Trump sendiri menyatakan bahwa negosiasi yang dilakukan dengan Teheran saat ini masih bersifat terbatas. Dalam sebuah wawancara, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat hanya mengamati Iran yang sedang menghadapi inflasi tinggi dan kesulitan finansial.
Sebelumnya, Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata pada bulan Juni, namun AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk pada bulan Juli. Teheran menganggap langkah ini sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan sementara yang telah dicapai.
Seorang pejabat AS mengindikasikan bahwa Washington bersedia mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran setelah kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan diumumkan. Namun, implementasi langkah AS ini akan sangat bergantung pada pemenuhan komitmen oleh pihak Iran. Skema yang sedang dibahas menunjukkan adanya diskusi mengenai urutan pelaksanaan kesepakatan, di mana Iran berpotensi mendapatkan kendali lebih besar atas lalu lintas kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.
Pihak pelaku industri pelayaran menilai bahwa skema tersebut tidak akan mudah diterapkan. Ketegangan di kawasan juga dilaporkan masih berlanjut. Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang sebuah kapal yang terafiliasi dengan perusahaan minyak negara mereka, sebuah tuduhan yang belum ditanggapi secara langsung oleh Iran.
Situasi di Selat Hormuz terjadi bersamaan dengan meningkatnya serangan dari kelompok Houthi di Yaman, yang dikenal sebagai sekutu Iran. Houthi dilaporkan menargetkan kapal-kapal yang melintasi jalur strategis antara Laut Merah dan Teluk Aden, serta mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Houthi juga mengklaim telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco, meskipun Kementerian Energi Arab Saudi hanya mengonfirmasi terjadinya kebakaran yang berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa, tanpa menyebutkan penyebabnya.
Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa kerja sama ini bersifat umum untuk mendukung keamanan dan tidak ditujukan terhadap Iran atau negara lain.
Sementara itu, pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman dilaporkan meningkat, dengan militer Yaman mengonfirmasi tewasnya tujuh orang dalam serangan Houthi di kota pelabuhan Mocha. Pertahanan udara Yaman dilaporkan berhasil menembak jatuh 11 drone Houthi yang terlibat dalam serangan tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
