— Aktivitas bersepeda kini berkembang melampaui sekadar olahraga dan sarana mobilitas. Pesepeda kini menjadikannya sebagai medium kreativitas dengan menciptakan pola atau gambar dari rute yang terekam melalui aplikasi Strava. Konsep ini diangkat dalam “Draw Cycling Challenge” yang diselenggarakan oleh United Bike bersama Bike to Work (B2W) Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati 21 tahun B2W Indonesia sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Berbeda dari tantangan bersepeda pada umumnya yang berfokus pada jarak atau kecepatan, “Draw Cycling Challenge” mengajak peserta untuk merancang jalur perjalanan sedemikian rupa hingga membentuk gambar atau pola tertentu saat divisualisasikan di peta digital.

Tema karya yang diangkat berkaitan dengan perjalanan 21 tahun Bike to Work Indonesia dan semangat kemerdekaan. Peserta bebas berkreasi membuat beragam bentuk, seperti angka 21, gambar sepeda, tulisan Indonesia, atau simbol lain yang relevan dengan tema.

Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), Andrew Mulyadi, menyatakan bahwa konsep ini menunjukkan perkembangan aktivitas bersepeda yang semakin luas. Menurutnya, setiap rute bersepeda kini dapat dikembangkan menjadi karya visual yang memiliki cerita tersendiri. Pendekatan kreatif semacam ini dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pesepeda sekaligus memperluas interaksi dalam komunitas.

“Dunia bersepeda terus berkembang dan kini tidak hanya berbicara mengenai olahraga atau mobilitas, tetapi juga komunitas, kreativitas, dan gaya hidup,” ujar Andrew.

Konsep Strava Art menantang para peserta untuk merancang perjalanan agar jejak rute yang terekam membentuk pola atau gambar. Peserta perlu menyusun jalur terlebih dahulu sesuai gambar yang diinginkan, kemudian bersepeda mengikuti rute tersebut hingga selesai. Hasilnya kemudian diunggah melalui media sosial.

Andrew menambahkan bahwa daya tarik utama kegiatan ini terletak pada kemampuan peserta membaca ruang kota dan mengubah jalur perjalanan menjadi karya visual. Rute yang biasanya hanya berfungsi sebagai penghubung antar lokasi dapat dirancang membentuk simbol, tulisan, maupun gambar tertentu.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman bersepeda dapat diperkaya melalui eksplorasi rute, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital, tidak hanya terpaku pada pencapaian jarak atau kecepatan. Kegiatan berbasis komunitas dan kreativitas ini diharapkan dapat memperluas ketertarikan masyarakat terhadap sepeda.

Pertumbuhan aktivitas bersepeda juga berkaitan dengan terbentuknya ekosistem yang melibatkan komunitas, penyelenggara kegiatan, pelaku usaha, hingga industri sepeda. Kegiatan ini berlangsung hingga 24 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 27 Agustus. Penilaian akan mempertimbangkan kreativitas dan kesesuaian karya dengan tema. Tiga karya terpilih akan mendapatkan hadiah sepeda, sementara peserta lainnya akan menerima merchandise dari penyelenggara.