— Perawatan kecantikan kulit seringkali berfokus pada area wajah, namun penting untuk tidak melupakan area leher dan mata yang juga rentan terhadap tanda penuaan. Dokter spesialis kulit, dr Reeza Edward Y, Sp DVE, menekankan pentingnya merawat kedua area ini secara bersamaan dengan wajah.

“Pasien sering fokus merawat wajah tetapi lupa merawat leher. Padahal tanda penuaan di leher bisa semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Jadi, jangan hanya fokus pada wajah,” ujar dr Reeza dalam sebuah diskusi mengenai inovasi perawatan kulit di Jakarta.

Menurut dr Reeza, perawatan pada leher dan mata dapat menjadi lebih menantang ketika keriput atau kekenduran sudah mulai terlihat. “Ketika sudah muncul crepey skin, kulit yang tampak keriput, tipis, dan kendur, perbaikannya menjadi lebih menantang,” ungkapnya.

Struktur jaringan di area leher yang relatif tipis menjadi salah satu faktor mengapa area ini lebih sulit ditangani. Lapisan otot, jaringan lemak, dan lapisan kulit yang lebih tipis membuat efek kendur dan kerutan lebih jelas terlihat saat produksi kolagen menurun dan elastisitas kulit berkurang. Hal serupa juga terjadi pada area sekitar mata yang memiliki kulit sangat tipis dan struktur anatomi yang kompleks, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam perawatan.

Untuk mengatasi tantangan ini, inovasi teknologi seperti Oligio X dan Cellbooster dapat menjadi solusi. Oligio X diklaim memiliki keunggulan dalam memberikan energi radiofrequency yang optimal untuk area sensitif seperti leher dan mata, didukung oleh sistem pendingin yang menjaga kenyamanan pasien, sehingga membantu mengencangkan kulit leher secara bertahap.

Direktur medis klinik Evitderma, dr Dwindi Saptania, M.Biomed (AAM), menjelaskan bahwa teknologi Oligio menggunakan monopolar RF 6.78 MHz yang menghantarkan energi panas terkontrol untuk merangsang perbaikan kolagen (collagen remodelling) dan pembentukan kolagen baru (neocollagenesis).

“Dengan proses yang cepat dan tanpa anestesi, dokter dapat melakukan treatment dengan lebih maksimal, termasuk pada area seperti leher, yang sebelumnya relatif sulit ditangani oleh teknologi generasi lama,” tambah dr Reeza.

Pendekatan perawatan wajah dan leher pada dasarnya serupa, namun memerlukan tingkat kehati-hatian dan teknik yang berbeda karena anatomi leher yang lebih sensitif. Selain Oligio X, perawatan leher juga dapat dikombinasikan dengan skin booster, laser, atau treatment lain yang sesuai dengan kondisi kulit.

Dr Reeza menekankan pentingnya perawatan anti-aging yang bersifat preventif dan maintenance, serta menyarankan untuk tidak menunggu hingga kulit terlalu kendur. “Perawatan leher harus dilakukan bersamaan dengan wajah,” pesannya.

Untuk perawatan sehari-hari, disarankan untuk membersihkan leher dengan baik, menggunakan pelembap untuk menjaga skin barrier, dan tidak lupa menggunakan tabir surya setiap hari di area leher. Produk perawatan seperti vitamin C juga dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan.

Mengingat kulit leher lebih tipis dan sensitif, penting untuk memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan iritasi, seperti menyemprotkan parfum langsung ke leher, penggunaan produk yang terlalu keras, atau eksfoliasi berlebihan. Bahan aktif yang lebih kuat seperti AHA atau retinol mungkin perlu digunakan dengan konsentrasi atau frekuensi yang lebih rendah di leher dibandingkan wajah.