DailyFX.ID — Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan terus diperkuat pascagempa bermagnitudo 7,7. Penguatan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Posisi hari ini, kita terus lakukan peningkatan, penyaluran BBM terus ditingkatkan hingga stok di masing-masing penyalur, SPBU, Pertashop dan Agen Minyak Tanah terpenuhi dengan baik di setiap wilayah. Ini sebagai upaya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terjadi dan posisi di wilayah bencana Pulau Flores,” ujar Wahyudi saat meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/8/2026).
Wahyudi memastikan ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan wilayah Flores saat ini dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung berkelanjutan, terutama dalam kondisi darurat.
“Untuk kebutuhan BBM cukup dan aman. Diharapkan konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari, sehingga situasi saat terjadi emergency (darurat) yang dilaksanakan dari FT Labuan Bajo, FT Reo, serta dari FT Bima, dan lainnya bisa dilakukan secara kontinyu untuk mengamankan kebutuhan masyarakat di Flores,” tandasnya.
BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin melakukan penguatan pasokan BBM dengan meningkatkan jumlah persediaan (build up stock) pada 95 penyalur yang terdiri dari 56 SPBU, 22 Pertashop, dan 17 agen minyak tanah. Seluruh penyalur tersebut tetap beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap seluruh masyarakat konsumsi (BBM) sesuai kebutuhan sehari-hari agar tidak terlalu panik, kemudian semua terlayani dengan baik di masing-masing SPBU, Pertashop, dan Agen Minyak Tanah yang tersebar di Pulau Flores,” tutur Wahyudi.
Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengapresiasi langkah cepat Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga, dan Elnusa Petrofin dalam mengantisipasi kondisi pascabencana. Menurutnya, keberlanjutan pelayanan BBM menjadi indikator penanganan distribusi yang baik.
“Sejauh ini, tidak ada pemberitaan terkait kekosongan BBM, artinya penanganan pascabencana dapat ditangani dengan baik,” ungkap Harya.
Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan menambahkan bahwa jalur distribusi BBM kini telah kembali normal setelah sempat terputus akibat bencana. Pemulihan akses yang cepat telah mendukung kembali konektivitas antardaerah untuk penyaluran BBM.
“Sekarang jalur daratnya sudah jalan sehingga baik dari Reo, maupun dari Maumere, maupun dari Ende itu sudah terhubung,” jelas Doni.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Iwan Yudha Wibawa menjelaskan, penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh, mencakup pengelolaan personel hingga pemulihan sarana dan fasilitas yang terdampak. Mitigasi juga dilakukan terhadap kerusakan jalur distribusi demi menjaga keberlangsungan pelayanan energi bagi masyarakat.
Ikuti DailyFX.ID
