— WASHINGTON – Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Agustus 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (12/8). Leavitt dipastikan akan tetap berada dalam lingkaran politik Trump sebagai penasihat komunikasi eksternal.

Leavitt, yang berusia 28 tahun, menyatakan bahwa keputusannya untuk mundur didasari keinginan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, terutama kedua anaknya yang masih kecil. Ia baru saja kembali bekerja setelah mengambil cuti melahirkan menyusul kelahiran anak keduanya pada bulan Mei lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, Leavitt menggambarkan masa baktinya di Gedung Putih sebagai sebuah kehormatan dan pengalaman terbesar dalam hidupnya. Meskipun tidak lagi menjabat secara resmi, Leavitt tidak sepenuhnya meninggalkan dunia politik. Ia akan tetap terlibat dalam gerakan politik Make America Great Again (MAGA) sebagai penasihat komunikasi eksternal, khususnya menjelang pemilihan sela Amerika Serikat yang dijadwalkan pada November 2026.

Presiden Trump memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Leavitt. Ia menyebut Leavitt sebagai figur penting di lingkungan Gedung Putih dan telah memainkan peran krusial sejak bergabung dengan timnya pada tahun 2018. “Karoline telah menjadi pemimpin sejati di Gedung Putih dan melakukan pekerjaan fenomenal dalam memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan kemerdekaan sejak 2018, termasuk dalam kampanye pemilihan kembali kami yang bersejarah pada 2024,” ujar Trump melalui media sosial. Ia bahkan menilai Leavitt sebagai salah satu sekretaris pers Gedung Putih terbaik dalam sejarah.

Leavitt tercatat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih termuda dalam sejarah Amerika Serikat saat ditunjuk oleh Trump pada awal masa jabatan keduanya. Sebelum menjabat, ia merupakan juru bicara kampanye Trump pada Pemilu Presiden AS 2024 dan kemudian bertugas di tim transisi pemerintahan.

Selama kurang lebih satu setengah tahun menjabat, Leavitt bersama Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, berupaya mengubah pola hubungan antara pemerintahan Trump dan media. Gedung Putih mulai mengambil kendali lebih besar dalam menentukan wartawan yang mendapatkan akses langsung kepada presiden, serta mengurangi peran tradisional White House Correspondents’ Association dalam mengatur sistem press pool.

Tim komunikasi Trump juga memperkenalkan kursi khusus untuk “new media” di ruang konferensi pers Gedung Putih. Tujuannya adalah memberikan akses lebih besar kepada podcaster, newsletter, dan media digital baru. Kebijakan ini menuai beragam tanggapan. Para pendukung melihat langkah tersebut sebagai cerminan perubahan lanskap media, sementara kelompok kebebasan pers menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat disalahgunakan pemerintah untuk memberikan akses prioritas kepada media yang dianggap lebih bersahabat.

Kepergian Leavitt menjadi pukulan bagi Trump menjelang pemilihan sela November 2026, di mana ia kehilangan salah satu penasihat komunikasi yang paling dipercaya. Namun, perannya sebagai penasihat eksternal menegaskan bahwa Leavitt akan tetap berkontribusi dalam strategi komunikasi dan politik Trump di luar struktur resmi Gedung Putih.

Hingga pengumuman ini disampaikan, Trump belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan posisi Karoline Leavitt sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih, seperti dilaporkan oleh Yahoo News/Reuters.