DailyFX.ID — JAKARTA – Permintaan emas di China, konsumen emas terbesar di dunia, menunjukkan peningkatan tipis pada semester pertama tahun 2026. Data terbaru dari Asosiasi Emas China (CGA) mencatat konsumsi emas naik 1,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 511,41 ton.
Peningkatan ini terjadi di tengah pola konsumsi yang berubah, dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas yang tajam dan kebijakan pajak emas domestik. Perubahan ini berdampak signifikan pada sektor emas perhiasan dan investasi, meskipun dengan alasan yang berbeda.
Permintaan emas perhiasan dilaporkan anjlok 33,88% secara tahunan menjadi 132,13 ton. Konsumen cenderung menahan diri untuk melakukan pembelian akibat lonjakan harga ritel emas. Hal ini berbanding terbalik dengan sektor investasi, di mana permintaan melonjak pesat.
Konsumsi emas batangan dan koin emas tercatat naik sebesar 28,42%, mencapai 339,34 ton. Penurunan harga emas secara berkelanjutan disebut memicu pembelian melalui saluran perbankan domestik. Sementara itu, penggunaan emas untuk keperluan industri dan lainnya mengalami penurunan 2,9% menjadi 39,94 ton, seiring dengan kenaikan biaya produksi bagi perusahaan akibat tingginya harga emas.
Dari sisi pasokan, produksi emas dari bahan baku domestik China menurun 14,62% menjadi 152,91 ton. CGA mengaitkan penurunan ini dengan inspeksi keselamatan, perbaikan, dan kampanye tata kelola lingkungan di provinsi-provinsi penghasil emas utama, yang menyebabkan penghentian produksi sementara di beberapa tambang besar. Namun, produksi emas dari bahan baku impor justru meningkat 4,62% menjadi 77,08 ton. Total produksi emas China pada semester pertama 2026 mencapai 229,99 ton, menurun 9,01% dari tahun sebelumnya.
Pendiri Commodity Discovery Fund, Willem Middelkoop, menilai bahwa China sedang menanti harga emas yang lebih rendah sambil terus melakukan pembelian. Ia menambahkan bahwa tren pembelian komoditas seperti emas, tembaga, dan minyak saat harga turun ini merupakan bagian dari proses reset moneter global yang sedang berlangsung.
Sementara itu, bank-bank besar di China, termasuk ICBC, dilaporkan telah menghentikan perdagangan ritel di Shanghai Gold Exchange untuk kontrak spot maupun kontrak penyerahan tertunda setelah 24 Juli. Penghentian ini dilakukan setelah penyelesaian transaksi pada tanggal tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
