DailyFX.ID — JAKARTA – Saham produsen es krim PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Pergerakan harga saham ini terjadi bersamaan dengan pengumuman PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengenai rencana perubahan pengendalian kepada Frieslandcampina International Holding BV, yang merupakan induk dari PT Frisian Flag Indonesia.
Frieslandcampina berencana untuk menyuntikkan Frisian Flag Indonesia ke dalam ULTJ melalui mekanisme rights issue. Menariknya, pengendali utama ULTJ saat ini adalah Sabana Prawirawidjaja, yang juga memegang kendali atas PT Campina Ice Cream Industry (CAMP). Keterkaitan kepemilikan inilah yang diduga menjadi pemicu lonjakan minat investor terhadap saham CAMP.
Pada Jumat pekan lalu, saham CAMP tercatat melesat 19,53% ke level Rp 202 per saham. Total perdagangan saham emiten es krim ini mencapai 95,37 juta saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 12.199 kali, dan nilai transaksi total mencapai Rp 19,49 miliar.
Dalam tinjauan kinerja keuangan, PT Campina Ice Cream Industry mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 567,97 miliar sepanjang paruh pertama tahun 2026. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang mencapai Rp 570,4 miliar.
Selama enam bulan pertama tahun ini, dua konsumen terbesar CAMP adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, yang berkontribusi sebesar 15,52%, dan PT Indomarco Pristama atau Indomart, dengan porsi 14,19%.
Meskipun terjadi penurunan tipis pada penjualan bersih, Campina Ice Cream justru berhasil membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp 14,58 miliar, naik dari Rp 13,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu faktor penopang kenaikan laba ini adalah kemampuan perseroan dalam menekan beban pokok penjualan, yang turun dari Rp 257,07 miliar menjadi Rp 255,29 miliar.
Selain itu, beban penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp 140,42 miliar dari sebelumnya Rp 141,25 miliar. Perseroan juga mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar Rp 13,71 miliar. Komponen terbesar dari pendapatan lain-lain pada semester I-2026 berasal dari laba selisih kurs senilai Rp 11,89 miliar, yang menjadi kontribusi positif bagi produsen es krim tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
