DailyFX.ID — SAN FRANCISCO – Produsen cincin pintar Oura menargetkan valuasi terdilusi penuh hingga US$15,62 miliar atau sekitar Rp 256 triliun dalam penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat. Perusahaan memulai roadshow penawaran kepada investor pada Senin (21/9/2026).
IPO OURA menjadi salah satu tolok ukur penting untuk mengukur minat investor terhadap perusahaan teknologi konsumen, terutama setelah musim IPO pada musim gugur tahun ini dimulai dengan catatan yang relatif lesu.
Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar keuangan yang menghadapi volatilitas dalam beberapa pekan terakhir. Ketidakpastian prospek investasi terkait kecerdasan buatan (AI), kenaikan imbal hasil obligasi, serta kebijakan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor utama.
OURA bersama sejumlah investor lama berencana menghimpun dana hingga US$2,2 miliar melalui penjualan 50 juta saham. Kisaran harga yang ditawarkan per saham adalah antara US$40 hingga US$44.
Menurut Kepala Global Equity Capital Markets Mergermarket, Samuel Kerr, IPO OURA akan menjadi ujian nyata pertama terhadap minat pasar AS pasca-September yang sejauh ini lesu dan periode pasar yang lebih bergejolak. “Jika debutnya kuat, hal itu akan mendorong emiten lain,” ujarnya, dikutip dari Reuters pada Senin (21/09/2026).
Sebaliknya, Kerr menambahkan, kinerja IPO yang lebih lemah dapat menjadi sinyal bahwa sentimen pasar mulai berubah. Keberhasilan OURA akan menjadi indikator sentimen pasar secara keseluruhan.
Beberapa investor besar telah menunjukkan minat terhadap penawaran saham ini. Produsen obat penurun berat badan Eli Lilly menyatakan ketertarikan untuk membeli saham OURA hingga US$100 juta. Sementara itu, perusahaan investasi Dragoneer mengindikasikan minat membeli saham senilai hingga US$300 juta.
OURA dikenal sebagai salah satu perusahaan yang mempopulerkan penggunaan cincin pintar untuk memantau berbagai indikator kesehatan dan kebugaran. Perangkat ini mampu melacak kesehatan jantung, aktivitas fisik, hingga pola tidur pengguna.
Permintaan terhadap perangkat semacam itu terus meningkat seiring dengan bertambahnya minat konsumen terhadap informasi kesehatan yang lebih personal, termasuk dalam pengelolaan berat badan dan kebugaran.
Perusahaan teknologi kesehatan ini mencatat pendapatan sebesar US$1,21 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Jumlah tersebut melonjak sekitar 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebelumnya, OURA mencapai valuasi sekitar US$11 miliar dalam putaran pendanaan tahap akhir pada tahun lalu. Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan J.P. Morgan bertindak sebagai penjamin emisi utama dalam IPO ini. Setelah IPO selesai, saham OURA dijadwalkan tercatat di bursa Nasdaq dengan kode perdagangan “OURA.”
Ikuti DailyFX.ID
