— JAKARTA – Keamanan dalam transaksi dan layanan digital menjadi semakin krusial seiring dengan meningkatnya penggunaan platform digital. Pakar Teknologi Informasi, Yudho Giri Sucahyo, menekankan bahwa memastikan identitas pengguna sesuai dengan klaimnya merupakan elemen penting dalam menjaga keamanan tersebut.

Menurut Yudho, autentikasi dalam dunia digital tidak dapat hanya mengandalkan kepercayaan semata. Proses verifikasi harus dilakukan secara konkret sebelum seseorang diberikan akses atau kewenangan tertentu. Hal ini berbeda dengan interaksi di dunia nyata, di mana nasabah bank dapat menunjukkan identitas fisik seperti KTP saat bertransaksi langsung dengan teller.

“Di dunia teknologi informasi, trust seperti itu tidak cukup. Kita harus bisa verifikasi bahwa orang tersebut adalah orang yang dimaksud,” ujar Yudho dalam sebuah forum di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Ia menambahkan bahwa kebutuhan untuk memastikan identitas asli seseorang menjadi konteks penting dalam proses autentikasi.

Teknologi identitas digital, termasuk penggunaan sertifikat elektronik, dapat menjadi salah satu mekanisme pendukung dalam proses verifikasi ini. Setelah identitas terautentikasi, langkah selanjutnya adalah otorisasi, yaitu penentuan hak atau kewenangan yang akan diberikan kepada identitas tersebut. Keabsahan otorisasi sangat bergantung pada validitas proses autentikasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Yudho juga mengingatkan bahwa aspek keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau penyelenggara layanan. Masyarakat sebagai pemilik data juga memegang peranan penting dalam menjaga informasi pribadi. Tindakan seperti mengunggah KTP atau dokumen identitas secara sembarangan ke media sosial dapat berisiko.

Ketika data identitas telah tersebar luas dan disalahgunakan oleh pihak lain, data tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai layanan yang mekanisme verifikasinya belum memadai. “Jadi ketika kemudian saya pakai (layanan identitas digital), mereka tahu saya punya akun, lalu kemudian orang lain punya akun, kita terverifikasi bahwa kemudian itu adalah kita,” pungkasnya.