— JAKARTA – Indonesia International Paper Chain Industry Expo (IIPCIE) 2026, yang juga dikenal sebagai Paper Chain Expo 2026, dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall A3, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran ini merupakan kolaborasi antara China National Chemical Information Center (CNCIC) dan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI).

Tujuan utama IIPCIE 2026 adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan teknologi terkini kepada para pelaku industri. Selain itu, pameran ini juga dirancang untuk menjajaki peluang kolaborasi, investasi, dan pengembangan bisnis guna memperkuat daya saing industri pulp, kertas, dan kemasan di Indonesia.

Pameran ini akan menjadi ajang pertemuan strategis bagi produsen, penyedia teknologi, pelaku usaha, perwakilan pemerintah, serta mitra industri dari dalam dan luar negeri. Penyelenggaraan IIPCIE tahun ini akan semakin istimewa karena bertepatan dengan pameran World Expo of Packaging Industry Southeast Asia (Wepsea) 2026, Pack Plus Indonesia, dan Bakery ASEAN. Sinergi ini diharapkan membuka ruang pertemuan dan kolaborasi yang lebih luas antar pelaku usaha lintas sektor.

Dari sisi industri hilir, Wepsea 2026 akan menghadirkan para pelaku usaha dari berbagai segmen kemasan. Ini mencakup corrugated packaging, karton lipat, percetakan digital, kertas khusus, kemasan pangan, hingga teknologi converting dan berbagai solusi aplikasi kemasan. Wepsea 2026 juga akan menjadi platform penting untuk mengamati perkembangan industri kemasan di Asia Tenggara, termasuk pergeseran kebutuhan pasar, inovasi teknologi, serta tren keberlanjutan yang kian memengaruhi sektor ini.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan berbagai inovasi. Pameran akan menampilkan mesin dan peralatan produksi, bahan baku dan bahan kimia, otomasi, teknologi pengemasan, solusi efisiensi energi, hingga sistem pengelolaan air dan limbah.

“Industri pulp dan kertas Indonesia memiliki fondasi yang kuat. Ke depan, daya saing akan semakin ditentukan oleh adopsi teknologi, efisiensi, dan proses produksi yang berkelanjutan. IIPCIE 2026 ini diharapkan menjadi ruang untuk melihat perkembangan teknologi sekaligus membangun kolaborasi bagi kemajuan industri ke depan,” ujar Suhendra Wiriadinata, ketua umum APKI, Jumat (21/8/2026).

Suhendra menambahkan, IIPCIE 2026 tidak hanya pameran, tetapi juga akan menghadirkan seminar bertema pemanfaatan serat panjang non-kayu pada 27 Agustus 2026. Seminar ini akan mengupas potensi serat alternatif dalam mendukung ketersediaan bahan baku industri pulp dan kertas, mencakup aspek kebijakan, penelitian, perkembangan teknologi, serta peluang penerapannya di industri.

Topik ini sangat relevan mengingat Indonesia memiliki potensi sumber serat non-kayu yang melimpah. Pengembangan serat ini dapat menjadi alternatif serat panjang untuk melengkapi kebutuhan bahan baku, sekaligus mendorong diversifikasi dan ketahanan pasokan industri pulp dan kertas nasional.

Pada 28 Agustus 2026, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan Technical Training Session. Sesi ini akan mendalami berbagai teknologi pendukung proses produksi pulp dan kertas. Pembahasan yang lebih teknis dan aplikatif akan disampaikan oleh para pakar industri, mencakup peningkatan efisiensi proses, kualitas produksi, pengelolaan sumber daya, hingga optimalisasi kinerja operasional.

IIPCIE 2026 juga akan menyelenggarakan agenda business matching. Sesi ini dirancang untuk mempertemukan exhibitor dengan perusahaan dan calon mitra usaha di Indonesia. Agenda ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berdiskusi langsung mengenai kebutuhan industri, potensi kerja sama, serta peluang pengembangan bisnis.

Perkembangan industri pulp, kertas, dan kemasan semakin dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mengadopsi teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Otomasi, digitalisasi, efisiensi energi, teknologi produksi, hingga pengelolaan lingkungan menjadi elemen krusial dalam meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, dan merespons tuntutan pasar global.