— JAKARTA – Pemerintah tengah berupaya meningkatkan penyerapan telur ayam ras untuk menahan laju penurunan harga di tingkat peternak. Targetnya, harga telur dapat kembali merangkak naik mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang dipatok sebesar Rp 30.000 per kilogram.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan terakhir pada 26 Agustus 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras masih berkisar Rp 26.000 per kilogram. Angka ini tercatat masih berada di bawah HAP yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Sekarang yang jadi PR itu telur, telur masih Rp 26 ribu. Jadi nanti bagaimana penyerapannya lebih bagus sehingga harga ideal terbentuk dan peternak telur tetap jalan,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (27/6/2026), seperti dikutip dari Antara.

Budi menjelaskan bahwa HAP ditetapkan melalui kesepakatan antara produsen dan pembeli, dengan mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi. Penetapan harga acuan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha para peternak sekaligus memastikan konsumen tidak dibebani harga yang terlalu tinggi.

Menurut Budi, fluktuasi harga telur yang terlalu rendah dalam jangka waktu panjang dapat menyulitkan peternak untuk mempertahankan operasional produksi mereka. Hal ini disebabkan peternak tetap harus menanggung biaya pakan dan berbagai kebutuhan produksi lainnya.

“Harga itu sudah dihitung biaya produksinya berapa, kemudian biaya yang lainnya dengan ketentuan atau dengan kesepakatan itu produsen tidak akan rugi, artinya bisa jalan dan konsumen juga tidak dikenakan yang tinggi,” jelas Budi.

Ia menegaskan bahwa harga ideal untuk telur ayam ras seyogianya berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus mendorong optimalisasi penyerapan telur di pasar.

Budi menambahkan, seluruh mekanisme penyerapan telur di pasar harus tetap mengacu pada harga yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan bahwa pembeli dilarang keras menekan harga di tingkat peternak hingga berada di bawah ketentuan yang berlaku.