DailyFX.ID — Pemerintah Portugal telah menyetujui paket bantuan senilai 800 juta euro, yang setara dengan US$918 juta, untuk meredakan tekanan biaya hidup di masyarakat. Bantuan ini meliputi pembayaran tambahan untuk pensiunan dan pengurangan tarif pajak penghasilan pribadi.
Lebih dari dua juta pensiunan yang menerima pendapatan bulanan kotor hingga sekitar 1.600 euro akan menerima tambahan pensiun satu kali. Alokasi dana untuk program ini mencapai sekitar 400 juta euro.
Pembayaran bonus pensiun dijadwalkan pada Desember 2026, dengan besaran bervariasi antara 100 euro hingga 200 euro. Para pensiunan dengan tunjangan terendah akan menerima 200 euro, sementara yang berpenghasilan sedikit lebih tinggi dalam kategori penerima akan mendapatkan 100 euro.
Selain itu, kebijakan pemerintah juga mencakup pemotongan pajak penghasilan pribadi bagi individu yang memiliki penghasilan kena pajak tahunan hingga 43.090 euro. Pengurangan pajak ini berlaku surut sejak Januari 2026 dan mulai diimplementasikan pada November tahun yang sama.
Diperkirakan, kebijakan pemotongan pajak ini akan mengurangi pendapatan negara sekitar 400 juta euro setiap tahunnya.
Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang utamanya untuk membantu rumah tangga kelas menengah, meskipun kelompok berpenghasilan lebih tinggi juga akan merasakan manfaatnya pada bagian pendapatan yang berada di bawah ambang batas dalam sistem pajak progresif.
Montenegro mengakui adanya kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan biaya hidup, khususnya harga bahan bakar. Namun, pemerintah menolak beberapa usulan bantuan yang lebih luas dari pihak oposisi, termasuk rencana penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6% untuk bahan pangan pokok.
Menurut Montenegro, setiap kebijakan bantuan harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara secara cermat. “Kita harus menyeimbangkan kepekaan sosial dengan tanggung jawab anggaran. Jangan berharap saya atau pemerintah menawarkan ilusi hari ini yang harus dibayar mahal pada kemudian hari,” tegasnya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (17/09/2026) malam.
Pemerintah Portugal memproyeksikan anggaran negara akan kembali mencatat surplus pada 2026, menandai tahun surplus keempat berturut-turut. Proyeksi ini lebih baik dari target sebelumnya yang hanya menargetkan anggaran berimbang.
Pada tahun 2025, Portugal berhasil mencatat surplus anggaran sebesar 0,7%. Perkiraan awal untuk 2026 memang menargetkan anggaran berimbang karena adanya peningkatan belanja untuk penanganan dampak badai besar di awal tahun serta tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak.
Paket bantuan yang mencakup bonus pensiun dan pemotongan pajak ini masih memerlukan persetujuan dari parlemen. Namun, kebijakan tersebut diprediksi akan mendapatkan dukungan dari beberapa partai politik.
Ikuti DailyFX.ID
