DailyFX.ID — Saham dua bank besar Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), menunjukkan potensi keuntungan yang menarik bagi investor. Analis memprediksi keduanya menawarkan potensi cuan hingga 46%.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI yang ditetapkan mencerminkan potensi keuntungan sebesar 46,2% jika diacu pada harga penutupan terakhir. Sementara itu, MNC Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI. Target harga saham BNI mengindikasikan potensi cuan sebesar 40,5% dari harga terakhir.
Di sisi lain, harga emas perhiasan terpantau kompak stabil di berbagai pedagang emas terkemuka seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan pergerakan harga yang dinamis, calon pembeli dan investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau perkembangan harga guna mengambil keputusan terbaik.
Prediksi harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) untuk perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa logam mulia kemungkinan akan diperdagangkan dalam rentang tertentu pada hari Senin. Sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2026), harga emas Antam (ANTM) tercatat meroket sebesar Rp 40.000 ke level Rp 2.690.000 per gram.
Dalam sepekan terakhir, harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Secara kumulatif, harga emas Antam naik pesat sebesar Rp 57.000, mencapai Rp 2.690.000 per gram selama periode 3 hingga 8 Agustus 2026. Kenaikan tercatat mulai dari Senin (3/8/2026) sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram, dan puncaknya pada Sabtu (8/8) dengan kenaikan Rp 40.000.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mempertahankan panduan kinerjanya untuk tahun 2026, meskipun pendapatan pada semester I-2026 melampaui prediksi. Kinerja positif ini menjadi daya tarik bagi saham TLKM yang diperkirakan menawarkan potensi dividen besar.
Dari perspektif saham, UOB menilai TLKM masih menarik dengan potensi yield dividen tinggi sebesar 9,3%. Hal ini didukung oleh prospek masuknya dana segar dari monetisasi aset di masa mendatang. UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham TLKM dengan target harga berdasarkan EV/EBITDA 5,4 kali, yang menawarkan potensi kenaikan sebesar 35% dari harga saat riset dibuat.
Ikuti DailyFX.ID
