DailyFX.ID — PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) memproyeksikan kinerja laba bersih perseroan pada tahun buku 2027 akan mengalami peningkatan secara konsolidasian. Proyeksi ini didorong oleh rencana akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan gas alam.
Sekretaris Perusahaan PIPA, Haerul Maelani, menjelaskan bahwa proses negosiasi akuisisi Perusahaan Target masih terus berjalan. “Apabila seluruh proses transaksi dimaksud termasuk perolehan persetujuan dari kreditur Perusahaan Target berjalan lancar sesuai rencana, diperkirakan laporan keuangan Perusahaan Target dapat mulai dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan pada tahun buku 2027,” ujar Haerul dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026).
Konsolidasi laporan keuangan Perusahaan Target diharapkan dapat mendongkrak laba bersih PIPA mulai tahun 2027. Haerul berharap peningkatan laba bersih yang signifikan ini akan turut memperbaiki rasio price to earning ratio (PER) dan rasio price to book value (PBV) saham PIPA.
Pada perdagangan efek Rabu (26/8/2026), saham PIPA terkoreksi 7,84% pada penutupan sesi I ke level 188. Performa ini berbanding terbalik dengan kinerja saham PIPA selama sepekan terakhir yang sempat menguat 31,47%.
Selain memperkuat fundamental PIPA di pasar modal, emiten yang sebelumnya bernama PT Multi Makmur Lemindo Tbk ini juga berharap akuisisi Perusahaan Target dapat memperkuat ekspansi bisnis perseroan di sektor energi dan pengolahan gas alam.
Detail Akuisisi dan Potensi Keuangan
Perusahaan Target yang menjadi incaran akuisisi PIPA memiliki lingkup usaha di sektor perdagangan alat teknik konstruksi dan jasa konsultan teknik dengan pendapatan kotor sekitar Rp40 miliar per tahun. Sejak 2025, perusahaan ini telah berekspansi ke bidang pengolahan minyak dan gas (migas) bumi dengan nilai kontrak strategis lebih dari US$100 juta atau setara Rp1,7 triliun (asumsi kurs Rp17.720 per US$).
Perusahaan Target, yang telah beroperasi selama 14 tahun per 2026, mencatat total aset sebesar Rp478 miliar per 31 Desember 2025. Aset ini diprediksi meningkat menjadi Rp920 miliar per 31 Desember 2026, dengan potensi pendapatan Rp250 miliar per tahun dan margin EBITDA sebesar 60%.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan PIPA periode 2025, jumlah aset perseroan tercatat Rp99,70 miliar. Dengan konsolidasi total aset Perusahaan Target per 31 Desember 2026 sebesar Rp920 miliar, total aset PIPA pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp1,020 triliun.
Pendapatan PIPA juga diperkirakan naik menjadi sekitar Rp273,86 miliar setelah konsolidasi laporan keuangan Perusahaan Target pada 2027, dibandingkan penjualan bersih perseroan pada 2025 yang sebesar Rp23,86 miliar. Kegiatan usaha pengolahan gas alam Perusahaan Target diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi PIPA dan memperkuat transformasi bisnis perseroan ke sektor energi.
PIPA menjadwalkan pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) paling lambat pada Maret 2027 untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana akuisisi. PIPA dan PT Morris Capital Indonesia (MCI) selaku pengendali perseroan menargetkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat atas saham (conditional share purchase agreement/CSPA) dapat diselesaikan pada Agustus 2026.
Ikuti DailyFX.ID
