DailyFX.ID — JAKARTA – Prospek kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dinilai semakin solid setelah mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Profitabilitas bisnis teknologi finansial (fintech) dilaporkan meningkat tajam, mendorong munculnya target harga terbaru untuk saham GOTO.
KB Valbury Sekuritas telah menaikkan proyeksi laba GOTO secara material, menyusul kinerja fintech yang lebih kuat dari perkiraan. Proyeksi laba bersih GOTO untuk tahun 2026 direvisi menjadi Rp 860 miliar, berbanding terbalik dari estimasi sebelumnya yang memprediksi kerugian Rp 248 miliar.
Perubahan yang lebih signifikan terjadi pada proyeksi tahun 2027. KB Valbury Sekuritas kini memperkirakan GOTO akan mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,37 triliun, berbanding dengan estimasi sebelumnya yang memprediksi kerugian Rp 128 miliar.
“Perubahan proyeksi ini terutama didorong oleh kinerja segmen fintech yang melampaui ekspektasi,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti dalam risetnya, Selasa (11/8/2026).
Menurut Atikah, lonjakan profitabilitas fintech lebih dari cukup untuk mengompensasi penurunan proyeksi pada segmen on-demand services (ODS) atau layanan sesuai permintaan.
Pada kuartal II-2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 380 miliar, meningkat 66,5% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Capaian ini menandai kuartal kedua berturut-turut bagi GOTO dalam membukukan laba.
Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan (adjusted EBITDA) mencapai Rp 1,01 triliun, melonjak 137% secara tahunan (year-on-year/yoy). Ini merupakan kali pertama adjusted EBITDA menembus level Rp 1 triliun dalam satu kuartal.
“Pencapaian itu mengonfirmasi bahwa titik balik profitabilitas GOTO makin bersifat struktural,” jelas Atikah.
Kinerja positif tersebut didukung oleh nilai transaksi bruto inti grup (group core GTV) sebesar Rp 164,3 triliun, tumbuh 83% yoy. Pendapatan bersih GOTO juga tercatat meningkat 30,6% yoy menjadi Rp 5,65 triliun.
Atikah menilai segmen fintech menjadi faktor utama di balik membaiknya prospek laba GOTO. Adjusted EBITDA fintech pada kuartal II-2026 melesat 446,6% yoy menjadi Rp 481 miliar.
Pertumbuhan ini melampaui kinerja segmen ODS yang tumbuh sekitar 41% yoy. Bahkan, untuk pertama kalinya, adjusted EBITDA fintech secara nominal melampaui ODS dalam satu kuartal.
Di sisi lain, bisnis ODS diprediksi akan menghadapi ujian regulasi pada semester II-2026, seiring berlakunya batas komisi layanan roda dua mulai 1 Juli 2026. Namun, kinerja GOTO pada semester I-2026 belum terdampak kebijakan tersebut.
GOTO pun memangkas panduan adjusted EBITDA ODS untuk tahun 2026 menjadi Rp 1,4–1,5 triliun dari sebelumnya Rp 1,7–1,8 triliun.
Target Harga Baru
KB Valbury Sekuritas selanjutnya menurunkan proyeksi pendapatan ODS GOTO masing-masing sebesar 9,9% untuk proyeksi 2026 dan 10,5% untuk proyeksi 2027. Revisi ini mempertimbangkan dampak batas komisi serta asumsi GTV yang lebih konservatif.
Mengenai prospek saham GOTO, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli. KB Valbury menaikkan target harga saham GOTO menjadi Rp 61 dari sebelumnya Rp 58.
Target harga terbaru ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham GOTO sebesar 22%. Kenaikan target harga terutama didasari oleh pemulihan laba GOTO yang berlangsung lebih cepat dibandingkan asumsi sebelumnya.
Perhitungan target harga menggunakan metode sum of the parts (SOTP), sebuah pendekatan valuasi yang menilai masing-masing lini bisnis secara terpisah sebelum menjumlahkannya untuk memperoleh nilai keseluruhan perusahaan.
Ikuti DailyFX.ID
