— PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diproyeksikan akan mencatat kinerja keuangan yang semakin kuat pada kuartal II-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh stabilnya produksi minyak dan gas, kenaikan harga jual komoditas, serta kontribusi yang meningkat dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berkat penambahan kapasitas operasi smelter.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, memperkirakan pendapatan Medco pada kuartal II-2026 akan mencapai US$ 804,5 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 20,4% secara kuartalan (qoq) dan 39,2% secara tahunan (yoy). Dengan proyeksi ini, pendapatan Medco untuk semester I-2026 diperkirakan mencapai US$ 1,47 miliar, yang berarti tumbuh 29,4% yoy.

Kinerja positif Medco ditopang oleh produksi minyak dan gas (migas) semester I yang mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), naik 18,9% yoy. Pada kuartal II-2026, produksi migas tercatat naik 1,2% qoq menjadi 171 mboepd. BRI Danareksa mengasumsikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) minyak mencapai US$ 97 per barel, sementara harga gas dipatok pada US$ 5,68 per seribu kaki kubik.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Medco pada kuartal II-2026 diproyeksikan melonjak 41% qoq menjadi US$ 492 juta. Laba bersih perusahaan diperkirakan melesat 122,2% qoq dan 661,7% yoy menjadi US$ 149 juta. Angka ini termasuk kontribusi sekitar US$ 52,6 juta dari peningkatan operasi smelter AMMN. Secara kumulatif, laba bersih Medco pada semester I-2026 diestimasi mencapai US$ 216 juta atau melesat 148% yoy.

Prospek Medco juga mendapat dukungan dari harga minyak Brent yang stabil di kisaran US$ 100 per barel sejak Juli 2026. BRI Danareksa menilai kondisi ini, ditambah kinerja operasional migas yang solid, akan terus mendukung prospek laba Medco.

Berdasarkan analisis tersebut, BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham MEDC dengan target harga Rp 2.200. Penilaian ini menggunakan metode ‘sum of the parts’ (SOTP), yang mengevaluasi setiap bisnis atau aset perusahaan secara terpisah. BRI Danareksa tetap memiliki pandangan positif terhadap prospek laba Medco berkat kombinasi kinerja migas dan harga minyak yang menguntungkan.

Adapun risiko utama yang perlu diperhatikan meliputi potensi penurunan harga minyak, produksi yang lebih lemah dari perkiraan, keterlambatan proyek, kenaikan biaya operasional, serta potensi perlambatan dalam peningkatan kapasitas smelter AMMN.