— PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) akan segera mengoperasikan secara penuh Ammonia Pabrik-2. Keputusan ini diambil setelah perusahaan berhasil menyelesaikan pengujian kinerja fasilitas produksi selama 168 jam berturut-turut pada 13 hingga 19 Agustus 2026.

Keberhasilan modernisasi ini menjadi pijakan Pupuk Kaltim untuk memperkuat keandalan pasokan pupuk nasional, sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan mendukung dekarbonisasi industri.

Berdasarkan data uji kinerja, Revamping Ammonia Pabrik-2 berhasil menurunkan konsumsi energi secara signifikan. Angka konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia. Dengan penghematan energi sebesar 4,03 MMBTU ini, Pupuk Kaltim diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya produksi hingga USD 14,3 juta per tahun atau setara dengan Rp 228 miliar per tahun.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menegaskan bahwa selesainya tahap pengujian kinerja ini menandai kesiapan fasilitas untuk melangkah ke fase operasional penuh dalam waktu dekat. “Kami tidak hanya memastikan Ammonia Pabrik-2 kembali beroperasi, tetapi juga menghadirkan kinerja fasilitas produksi yang lebih efisien dan andal. Hasil pengujian kinerja selama 168 jam menunjukkan bahwa seluruh parameter operasional berhasil dipenuhi secara optimal. Keberhasilan ini memperkuat daya saing Pupuk Kaltim sekaligus menegaskan komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Rafli dalam keterangan resmi dikutip, Senin (24/8/2026).

Selain penghematan biaya, efisiensi energi yang dicapai memberikan dampak ekologis signifikan. Penurunan emisi karbon (CO2 reduction) diperkirakan mencapai 110.000 ton CO2 per tahun. Capaian ini sejalan dengan target dekarbonisasi perusahaan dan agenda transisi energi menuju Net Zero Emission.

Dari sisi produksi, revamping ini juga berhasil meningkatkan kapasitas Ammonia Pabrik-2. Selama pengujian berlangsung, pabrik mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari. Angka ini meningkat sebesar 4,18% dari kapasitas sebelumnya yang tercatat 1.767 ton per hari. Peningkatan ini secara langsung memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea di Pupuk Kaltim.

Modernisasi Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi kunci, antara lain shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system. Selain itu, integrasi otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS) memungkinkan pemantauan proses secara real-time. Hal ini meningkatkan akurasi dan efisiensi operasi, serta memitigasi potensi gangguan.

Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang diresmikan pada Januari 2026 merupakan salah satu komitmen utama Pupuk Kaltim dalam program revitalisasi industri pupuk nasional. Program ini didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Setelah diresmikan, Ammonia Pabrik-2 menjalani tahapan persiapan, pengujian, dan penyesuaian operasi secara bertahap hingga mencapai kinerja optimal dan target efisiensi energi pada Agustus 2026. Proyek ini menjadi tonggak pertama yang diselesaikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang dijalankan Pupuk Indonesia Group dalam lima tahun ke depan.

“Ke depan, bersamaan dengan proyek strategis lain seperti pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Rafli.