— Lima berita ekonomi paling populer hingga Minggu, 13 September 2026, menyoroti potensi keuntungan emiten Garibaldi Thohir, pergerakan dana investor asing di beberapa saham unggulan, dan perkembangan harga emas perhiasan.

Media online yang berfokus pada ekonomi, investasi, dan keuangan, investor.id, mencatat bahwa rangkuman ini telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak investor.

Emiten Boy Thohir Diproyeksikan Cetak Laba Besar

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, diprediksi akan mencatat lonjakan laba bersih pada tahun 2026. Proyeksi ini didukung oleh penguatan bisnis batu bara metalurgi dan kontribusi yang mulai masuk dari smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan ‘buy’ untuk saham ADMR dengan target harga yang mengindikasikan potensi kenaikan hingga 31,2% dari harga penutupan terakhir.

Perbedaan Nasib Saham ADRO dan AADI di Mata Investor Asing

Dalam sepekan terakhir, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terpantau banyak dilepas oleh investor asing. Sebaliknya, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) justru banyak diburu oleh investor asing.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatat transaksi jual bersih (net sell) saham ADRO sebesar Rp 112,8 miliar pada periode 7-11 September 2026 di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, pada periode yang sama, asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) pada saham AADI senilai Rp 380,9 miliar.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 13 September 2026

Harga emas perhiasan berbagai kadar terpantau stabil pada Minggu, 13 September 2026, di sejumlah pedagang emas seperti Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi (HRTA). Bagi calon pembeli atau investor emas perhiasan, disarankan untuk terus memantau pergerakan harga yang dinamis ini untuk membuat keputusan terbaik dalam membeli atau menjual.

Ramalan Laba Bank Mandiri (BMRI) hingga September 2026

KB Valbury Sekuritas memproyeksikan laba bersih konsolidasian PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada periode Januari hingga September 2026 (9M26) akan tumbuh sebesar 16,3% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi ini juga disertai dengan pembaruan rekomendasi dan target harga saham BMRI.

Proyeksi laba bersih BMRI pada 9M26 ditopang oleh kinerja laba (bank only) sepanjang Januari hingga Agustus 2026 (8M26) yang mencapai Rp 37,48 triliun, melonjak 22,3% yoy. Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, menyatakan bahwa realisasi laba 8M26 telah mencapai 66,4% dari estimasi KB Valbury untuk 2026 dan 65,4% dari konsensus pasar, melampaui rata-rata historis periode yang sama sebesar 63,4%.

10 Saham yang Diborong Investor Asing saat IHSG Melemah

Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 47,9 poin (0,73%) ke level 6.541,3 pada Jumat, 11 September 2026. Berdasarkan data Stockbit, saham BBRI menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan nilai Rp 120,4 miliar, diikuti oleh saham BMRI dengan net buy Rp 41,5 miliar, dan AADI Rp 38,1 miliar. Terdapat total 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan hari tersebut.