— Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun untuk program rekening gratis senilai Rp 50.000. Program ini ditujukan bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun yang hingga kini belum memiliki rekening bank. Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan bantuan kepada warga di atas 17 tahun yang belum menikah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melaporkan bahwa program tersebut telah disampaikan kepada Presiden. Pemerintah telah melakukan pendataan terhadap kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini. “Rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden. Dari hasil rekap, ada sejumlah masyarakat yang sudah di atas usia 17 tahun tetapi belum punya rekening,” ungkap Airlangga dalam Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (22/9/2026).

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian masih membahas kelanjutan program ini bersama Kementerian Keuangan. Pembahasan mencakup skema dukungan agar rekening yang telah dibuka dapat tetap aktif dan tidak menjadi rekening dormant atau tidak aktif.

Selain program rekening gratis, pemerintah juga sedang mempertimbangkan program lanjutan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum menikah. Pertimbangan ini muncul karena sejumlah program bantuan sosial saat ini hanya diberikan kepada masyarakat yang telah menikah, sehingga kelompok usia muda yang belum menikah berpotensi belum terjangkau bantuan serupa.

Airlangga menegaskan bahwa program rekening gratis ini diharapkan tidak hanya membuka akses masyarakat terhadap layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari perluasan inklusi keuangan bagi kelompok usia muda. “Kalau yang usia 17 sampai belum menikah, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka, supaya rekeningnya tidak dormant,” pungkasnya.