— Nilai tukar rupiah (IDR) terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Kamis, 17 September 2026. Data pasar spot exchange menunjukkan pelemahan ini terjadi sejak awal hari.

Pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 29 poin atau 0,16% ke posisi Rp 17.725 per dolar AS. Posisi ini melanjutkan tren pelemahan yang juga terjadi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (16/9/2026), di mana rupiah ditutup melemah tipis 2 poin (0,01%) ke level Rp 17.696 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang global terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan ini juga disertai dengan sinyal adanya kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya ke kisaran 3,75%-4,00%. Ketua The Fed, Kevin Warsh, turut serta dalam pengambilan keputusan tersebut.

“Kenaikan tegas hari ini yang didukung oleh seluruh anggota FOMC dan disertai dengan peningkatan pada ringkasan proyeksi ekonomi ‘dot plot’ seharusnya sangat membantu memulihkan kepercayaan terhadap komitmen The Fed dalam memerangi inflasi, serta membantu menghilangkan hambatan utama yang selama ini menahan laju dolar AS,” ujar Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Corpay, Toronto.

Akibat dari kebijakan tersebut, indeks dolar AS tercatat naik 0,3% ke level 99,961, mencapai angka tertinggi dalam hampir lima minggu terakhir. Mata uang utama lainnya juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Euro turun 0,3% menjadi US$ 1,1502 per dolar AS, poundsterling Inggris melemah 0,5% menjadi $ 1,34155 per dolar AS, dan yen Jepang melemah 0,3% menjadi 155,49 per dolar AS.