— Harga emas terpantau menguat pada perdagangan Rabu pagi, seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga, sementara penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak yang tinggi turut memberikan tekanan pada logam mulia.

Pada saat berita ini ditulis, harga emas spot tercatat naik 0,78% menjadi US$ 4.328,22 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin (14/9/2026). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga dilaporkan meningkat 0,83% ke US$ 4.368,55 per ons troi.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 92,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin dalam pengumuman yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat. Keputusan ini akan dilanjutkan dengan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Analis pasar dari platform trading Naga.com, Frank Walbaum, menyatakan bahwa sikap The Fed yang lebih ketat dari perkiraan dapat kembali menekan harga emas. Sebaliknya, pernyataan yang lebih lunak berpotensi meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuka ruang bagi emas untuk pulih.

Investor juga mengamati pergerakan harga minyak dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Emas secara tradisional dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS bertahan di sekitar level penguatan terbarunya, sementara harga minyak masih bergerak di atas US$ 100 per barel. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak yang tinggi juga menambah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, sehingga meningkatkan fokus pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Risiko Geopolitik Menguat

Dari sisi geopolitik, Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Makkah dan Jeddah. Peringatan ini muncul setelah serangkaian serangan oleh kelompok yang bersekutu dengan Iran, yang menyeret Arab Saudi lebih dalam ke konflik di Timur Tengah.

Meskipun menghadapi tekanan dari dolar dan ekspektasi suku bunga, emas masih mendapatkan dukungan dari kekhawatiran fiskal yang bertahan. Commerzbank menilai harga emas sejauh ini belum mengalami tekanan yang lebih besar seperti yang diperkirakan. Menurut bank tersebut, ketahanan emas kemungkinan ditopang oleh kekhawatiran fiskal yang tercermin dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang, serta meningkatnya risiko politik di AS.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot stabil di US$ 63,67 per ons troi. Platinum tercatat turun 0,3% menjadi US$ 1.770,47 per ons troi, sedangkan paladium naik hampir 1% ke US$ 1.301,61 per ons troi.