DailyFX.ID — Nilai tukar Rupiah (IDR) menunjukkan penguatan tipis terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Selasa, 15 September 2026. Berdasarkan data pasar spot exchange dari Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, Rupiah dibuka menguat 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp 17.668 per Dolar AS.
Sementara itu, indeks Dolar AS terpantau menguat 0,20% ke level 99.594. Penguatan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026), Rupiah tercatat melemah 58 poin atau 0,33% dan ditutup pada level Rp 17.669 per Dolar AS.
Sebelumnya, Dolar AS mengalami penguatan luas pada hari Senin (14/9/2026). Dikutip dari Yahoo! Finance, penguatan ini didorong oleh konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak. Situasi ini turut mendorong investor untuk beralih ke mata uang safe-haven.
Indeks Dolar AS sempat menguat 0,3% ke level 99,41, bahkan sebelumnya sempat menyentuh 99,735, yang merupakan level tertinggi sejak 2 September 2026. Mata uang utama lainnya terpantau melemah terhadap Dolar AS.
Euro tercatat turun ke level terendah dalam satu bulan terakhir di posisi $1,153 per Dolar AS, dan terakhir melemah 0,2%. Poundsterling Inggris juga mengalami pelemahan 0,2% menjadi $1,3512 per Dolar AS.
Yen Jepang mencatat pelemahan yang cukup signifikan, melepaskan sebagian dari kenaikan tajam sebelumnya yang dipicu oleh spekulasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ). Yen Jepang melemah 0,5% menjadi 154,355 per Dolar AS.
“Dolar AS menguat secara moderat pada awal pekan ini, didorong oleh ekspektasi yang kian menguat bahwa The Fed akan mulai memperketat kebijakan moneter,” ungkap Lee Hardman, analis mata uang senior di MUFG.
Ikuti DailyFX.ID
