DailyFX.ID — Nilai tukar rupiah (IDR) kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Kamis, 24 September 2026. Data pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB menunjukkan rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,29% ke posisi Rp 17.870 per dolar AS.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (23/9/2026), rupiah tercatat menguat 66 poin atau 0,37% menjadi Rp 17.818 per dolar AS. Melemahnya rupiah hari ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang berada di level 101,13.
Menurut laporan Nikkei Asia, dolar AS sebelumnya sempat menguat ke level tertinggi dalam hampir dua bulan pada hari Rabu. Penguatan ini didorong oleh ekspektasi investor terhadap siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Selain itu, lonjakan harga minyak juga turut berkontribusi setelah komentar dari Iran menimbulkan keraguan terhadap kemajuan perundingan damai dengan AS.
Indeks dolar AS sebelumnya naik 0,54% menjadi 101,09, setelah sempat menyentuh 101,1, angka tertinggi sejak 29 Juli 2026. Penguatan dolar berlanjut setelah S&P Global melaporkan Indeks Output PMI Komposit AS (versi awal) naik menjadi 58,4 bulan ini, tertinggi sejak Juli 2021, dibandingkan 56,0 pada Agustus. Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan pesanan baru, meskipun permintaan yang kuat memberikan tekanan pada rantai pasokan dan mendorong kenaikan harga.
Sementara itu, mata uang euro melemah 0,52% menjadi $1,1386 per dolar AS dan berpotensi mencatat penurunan harian ketiga berturut-turut. Yen Jepang juga melemah 0,6% menjadi 158,32 per dolar AS. Para pedagang tetap waspada terhadap potensi intervensi, terutama setelah langkah Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pekan lalu belum sepenuhnya meyakinkan investor mengenai kenaikan lebih lanjut yang akan segera terjadi.
Ikuti DailyFX.ID
