DailyFX.ID — Nilai tukar rupiah (IDR) kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026. Pelemahan ini melanjutkan tren yang terjadi pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 33 poin atau 0,19% ke posisi Rp 17.791 per dolar AS. Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Jumat, 18 September 2026, yang berakhir di level Rp 17.758 per dolar AS dengan pelemahan 5 poin (0,03%).
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah tipis 0,02% ke level 100.20. Penguatan dolar AS pekan lalu yang mencapai lebih dari 1% terjadi setelah keputusan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Di pasar mata uang global, perhatian tertuju pada yen Jepang yang sedikit menguat ke level 156,64 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah yen mengalami penurunan tajam pekan lalu yang memicu spekulasi mengenai adanya pemeriksaan nilai tukar oleh Bank of Japan (BOJ). Pasar Jepang sendiri sedang dalam periode libur tiga hari, yang menyebabkan rendahnya likuiditas dan membuat para pedagang waspada terhadap kemungkinan intervensi resmi.
Sebelumnya, pada awal September 2026, yen sempat menguat ke level terkuatnya dalam tujuh tahun terakhir. Penguatan ini didorong oleh spekulasi kenaikan suku bunga BOJ dan adanya tanda-tanda awal repatriasi dana oleh investor Jepang. Namun, sejak saat itu, yen telah kehilangan sebagian dari penguatannya.
Mata uang utama lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Euro tidak banyak berubah di level $1,1482 per dolar AS. Poundsterling Inggris tercatat berada di level $1,339 pada awal perdagangan. Dolar Australia diperdagangkan pada $0,7129 per dolar AS, sementara dolar Selandia Baru berada di posisi $0,5721 per dolar AS.
Ikuti DailyFX.ID
