— JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai Rp 351,1 miliar pada perdagangan sesi I, Selasa (22/9/2026). Pergerakan ini dipengaruhi oleh aksi jual asing pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, investor asing melakukan net sell saham BBRI senilai Rp 129,6 miliar berdasarkan harga rata-rata sesi I. Total volume transaksi jual saham BBRI mencapai 40,1 juta lembar.

Aktivitas jual beli di pasar reguler ini terjadi bersamaan dengan pelemahan harga saham BBRI. Hingga berita ini ditulis, saham BBRI tercatat melemah 1,8% ke level Rp 3.240. Jika dilihat dalam sebulan terakhir, saham BBRI mengalami penguatan tipis 0,3%, sementara secara year-to-date (ytd), saham ini terkoreksi 11,4%.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa saham BBRI telah ditransaksikan sebanyak 118,8 juta lembar dengan frekuensi mencapai 27,8 ribu kali. Total nilai transaksi saham BBRI pada sesi I hari ini mencapai Rp 384 miliar.

Pergerakan saham BBRI pada Selasa ini memutar arah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pada Senin (21/9/2026), saham BBRI justru banyak dibeli oleh investor asing, dengan catatan net buy mencapai Rp 23,1 miliar.

Dalam analisisnya untuk perdagangan Selasa (22/9/2026), CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan target terdekat untuk saham BBRI berada di kisaran harga Rp 3.317 hingga Rp 3.333.

Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia juga mengidentifikasi area support untuk harga saham BBRI, yaitu pada rentang Rp 3.253 hingga Rp 3.277.