DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas, mengakhiri perdagangan Rabu (23/9/2026) dengan lonjakan tajam 9,18%. Harga sahamnya ditutup di level Rp 1.070 per unit.
Perdagangan saham DSSA kemarin mencatat volume transaksi sebanyak 306,8 juta lembar saham, dengan frekuensi mencapai 26.639 kali. Nilai transaksi keseluruhan tembus Rp 314,02 miliar.
Pergerakan positif saham DSSA ini ditopang oleh aksi beli bersih dari investor asing dalam tiga hari bursa terakhir. Pada hari perdagangan Rabu, investor asing mencatatkan *net buy* sebesar Rp 30,02 miliar. Tren serupa terlihat pada Selasa (22/9/2026) dengan *net buy* Rp 21,59 miliar, dan pada Senin (21/9/2026) tercatat sebesar Rp 22,61 miliar.
Sebelumnya, pada 10 September 2026, DSSA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Salah satu agenda penting adalah menerima pengunduran diri Franky Oesman Widjaja dari jabatannya sebagai presiden komisaris. RUPSLB juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (*acquitt et decharge*) atas tindakan pengawasan yang telah dilakukannya sejak 1 Januari 2026 hingga tanggal rapat, selama tindakan tersebut tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian dan tidak melanggar peraturan yang berlaku.
Per akhir Juni 2026, Franky Oesman Widjaja tercatat sebagai salah satu penerima manfaat akhir dari Dian Swastatika Sentosa dan merupakan salah satu pimpinan Grup Sinar Mas.
Agenda lain dalam RUPSLB adalah penerimaan pengunduran diri David Fernando Audy sebagai direktur. Sama seperti Franky, David juga diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh atas pengawasan yang telah dilakukannya. Selanjutnya, RUPSLB menyetujui pengangkatan David Fernando Audy sebagai presiden komisaris, dengan masa jabatan mengikuti anggota dewan komisaris lainnya.
Pada mata acara pertama RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali saham hasil pembelian kembali (*buyback*).
RUPSLB juga mengesahkan perubahan pada Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar Perseroan terkait pengurangan modal tersebut. Modal dasar perusahaan berkurang dari Rp 600 miliar menjadi Rp 596 miliar, yang terbagi atas 596 miliar saham. Sementara itu, modal ditempatkan dan disetor menyusut dari Rp 192,63 miliar menjadi Rp 188,78 miliar. Pengurangan ini dilakukan dengan menarik kembali 3,85 miliar saham.
Ikuti DailyFX.ID
