— Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi sorotan investor asing dalam empat hari bursa terakhir. Aksi beli bersih atau net buy saham GGRM tercatat signifikan, mengindikasikan minat investor terhadap emiten rokok ini.

Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), saham GGRM membukukan net buy asing senilai Rp 5,24 miliar dengan harga penutupan stagnan di level Rp 17.700. Sebelumnya, pada 18, 21, dan 22 September, saham Gudang Garam juga mencetak net buy asing masing-masing sebesar Rp 7,67 miliar, Rp 796,98 juta, dan Rp 4,24 miliar. Dalam sepekan terakhir, saham berkode GGRM tercatat naik tipis 1,14%.

Meskipun ada lonjakan minat asing, pendapatan Gudang Garam selama enam bulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 7,2%, mencapai Rp 41,17 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh volume penjualan yang terkoreksi 13,6%.

Namun, penyesuaian harga jual yang dilakukan secara bertahap sejak paruh kedua tahun 2025 hingga awal tahun 2026 berhasil memperbaiki profitabilitas perseroan. Beban cukai, PPN, dan pajak rokok mengalami penurunan 14,0% sejalan dengan penurunan volume penjualan. Hal ini menyebabkan peningkatan margin laba bruto perseroan dari 8,5% menjadi 14,5%.

Selain itu, perseroan berhasil menekan beban usaha sebesar 33,8% dan mencatat penurunan beban bunga seiring dengan penurunan tingkat pinjaman. Faktor-faktor tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan laba bersih perseroan.

Stockbit Sekuritas melaporkan bahwa Gudang Garam (GGRM) mencatat laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada kuartal II 2026, naik tajam dibandingkan Rp 13 miliar pada kuartal II 2025 dan Rp 1,5 triliun pada kuartal I 2026. Kenaikan signifikan secara tahunan ini terjadi seiring efek low-base, sehingga laba bersih selama semester I 2026 mencapai Rp 3 triliun, melonjak dari Rp 117 miliar pada semester I 2025.

Manajemen Gudang Garam dalam paparan publiknya menjelaskan struktur pendapatan dan cukai. Sebagai contoh, untuk rokok jenis SKM 12 batang, Gudang Garam membayarkan cukai sebesar Rp 19.000 dari harga jual Rp 26.000. “Jadi bisa diistilahkan kami mengambil uang konsumen Rp 26.000, kami setor cukai Rp 19.000. Sekarang dapat dibayangkan untuk produsen yang tidak membayar cukai, apakah dia harus juga menjual di Rp 26.000? Tidak, dia cukup misalnya menjual di Rp 15.000,” jelas manajemen GGRM.

Manajemen melanjutkan, net sales proceeds atau hasil penjualan bersih Gudang Garam setelah dikurangi cukai adalah Rp 7.000 untuk SKM 12 batang. Sementara itu, produsen yang tidak menggunakan pita cukai dapat menjual produknya dengan harga lebih rendah, misalnya Rp 12.000, yang kemudian menjadi net sales proceeds mereka.