DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Pada akhir sesi I, saham emiten rokok ini tercatat anjlok 4,84% ke level Rp 19.675. Perdagangan saham GGRM pada sesi tersebut melibatkan 1,61 juta saham dengan frekuensi 3.024 kali transaksi, membukukan nilai total Rp 31,93 miliar.
Pergerakan harga saham GGRM ini juga diwarnai oleh aksi jual investor asing. Data Stockbit Sekuritas mencatat, saham GGRM menjadi salah satu yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada sesi I hari ini. Hingga jeda siang, investor asing mencatatkan *net sell* sebesar 366,7 ribu saham GGRM, dengan nilai mencapai Rp 7,28 miliar.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif saham Gudang Garam yang telah ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (10/8/2026) dan Selasa (11/8/2026). Padahal, pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), saham GGRM sempat melonjak 5,46% ke Rp 21.725, bahkan menguat sekitar 150% dari posisi setahun sebelumnya, yaitu Rp 8.725 per 12 Agustus 2025.
Perhatian investor sebelumnya tertuju pada penguatan laba bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang signifikan. Perusahaan berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini melonjak drastis sebesar 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 117,16 miliar.
Dalam laporan keuangan yang berakhir per 30 Juni 2026, emiten rokok ini mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547, sebuah lompatan besar dari Rp 61 per saham pada akhir Juni 2025.
Meskipun laba bersih meroket, pendapatan atau omzet Gudang Garam justru mengalami penurunan menjadi Rp 41,17 triliun dari Rp 44,36 triliun pada semester I-2025. Namun, perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan secara efektif ke angka Rp 35,19 triliun, turun dari Rp 40,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi biaya ini berkontribusi pada peningkatan laba bruto Gudang Garam (GGRM) menjadi Rp 5,98 triliun di enam bulan pertama tahun ini, naik dari Rp 3,78 triliun pada Januari-Juni 2025.
Secara keseluruhan, total aset Gudang Garam menguat ke posisi Rp 77,87 triliun, ditopang oleh peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.
Ikuti DailyFX.ID
