DailyFX.ID — Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dilaporkan mengalami pelemahan signifikan dalam tiga hari bursa terakhir. Pada Rabu (12/8/2026), saham emiten rokok ini tercatat anjlok 5,32% ke level Rp 19.575, diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp 8,29 miliar.
Pelemahan serupa juga terjadi pada tanggal 10 dan 11 Agustus, di mana saham GGRM masing-masing jatuh 4,49% dan melemah 0,36%. Secara total, sejak penutupan di Rp 21.725 pada Jumat (7/8/2026) pekan lalu, saham GGRM telah jatuh hampir 11% hingga penutupan perdagangan 12 Agustus.
Pada perdagangan Rabu kemarin, tercatat sebanyak 2,63 juta saham Gudang Garam diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 5.116 kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi keseluruhan Rp 51,96 miliar. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas sempat mematok target harga saham GGRM di Rp 19.100.
Pergerakan saham GGRM ini menjadi sorotan di tengah penguatan raihan laba bersih perusahaan. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 117,16 miliar.
Dalam laporan keuangan yang berakhir per 30 Juni 2026, emiten rokok ini mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547, sebuah peningkatan signifikan dari Rp 61 per saham pada akhir Juni 2025.
Meskipun dari sisi pendapatan atau omzet tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 41,17 triliun dari sebelumnya Rp 44,36 triliun di semester I-2025, Gudang Garam berhasil menekan biaya pokok penjualan. Biaya pokok berhasil ditekan ke posisi Rp 35,19 triliun, dibandingkan Rp 40,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hasilnya, Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba bruto sebesar Rp 5,98 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini, menguat dari Rp 3,78 triliun pada periode Januari-Juni 2026. Total aset perusahaan juga dilaporkan menguat ke posisi Rp 77,87 triliun, ditopang oleh penguatan kas dan setara kas yang mencapai Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas GGRM tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.
Ikuti DailyFX.ID
