DailyFX.ID — Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengalami penurunan tajam sebesar 4,49% dan ditutup pada harga Rp 20.750 pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Perdagangan saham ini melibatkan 2,34 juta lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 4.723 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 49,85 miliar.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 12,59 miliar pada saham emiten rokok berkode GGRM tersebut. Perubahan arah ini kontras dengan tren sebelumnya, di mana investor asing secara konsisten mencatatkan beli bersih (net buy) di saham Gudang Garam sejak 3 hingga 7 Agustus 2026.
Penurunan saham GGRM terjadi setelah sempat menguat 5,46% pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan bahkan menyentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir di Rp 21.825 pada Senin pagi. Namun, tekanan jual muncul setelah jeda siang dan menekan harga saham GGRM.
Pergerakan saham GGRM ini menjadi sorotan di tengah penguatan signifikan raihan laba bersih perusahaan. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun pada semester I-2026. Angka ini melonjak drastis 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 117,16 miliar.
Dalam laporan keuangan yang berakhir per 30 Juni 2026, emiten rokok ini mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547, sebuah lompatan signifikan dari Rp 61 per saham pada akhir Juni 2025.
Meskipun terjadi penurunan pendapatan atau omzet menjadi Rp 41,17 triliun dari Rp 44,36 triliun di semester I-2025, Gudang Garam mampu menekan biaya pokok penjualan secara efektif. Biaya pokok berhasil ditekan menjadi Rp 35,19 triliun, turun dari Rp 40,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hasilnya, Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba bruto sebesar Rp 5,98 triliun dalam enam bulan pertama tahun 2026, meningkat dari Rp 3,78 triliun pada Januari-Juni 2025. Total aset perusahaan juga menguat ke posisi Rp 77,87 triliun, didukung oleh peningkatan kas dan setara kas menjadi Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas GGRM tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.
Ikuti DailyFX.ID
