— JAKARTA – Perdagangan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menunjukkan perubahan signifikan pada pekan lalu, tepatnya 3-7 Agustus 2026. Investor asing secara masif memborong saham emiten rokok tersebut dengan nilai net buy mencapai Rp 130,39 miliar.

Pergerakan positif ini turut mendongkrak harga saham Gudang Garam, yang melesat 14,34% sepanjang pekan tersebut. Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, saham berkode GGRM ditutup pada level Rp 21.725, bahkan sempat menyentuh Rp 21.800, level tertingginya dalam satu tahun terakhir.

Catatan net buy asing di saham Gudang Garam pada pekan lalu merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Sejak pekan kedua Juli 2026, saham GGRM secara konsisten membukukan net buy asing, namun nilainya tidak pernah menembus Rp 100 miliar hingga akhirnya terjadi pada pekan pertama Agustus 2026.

Meskipun demikian, Mandiri Sekuritas sebelumnya telah mematok target harga saham GGRM di Rp 19.100, dan saat ini harga saham Gudang Garam telah bergerak melampaui perkiraan target harga tersebut. Penguatan kinerja saham GGRM belakangan ini ditopang oleh peningkatan raihan laba bersih perseroan di semester I-2026.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan laba bersih sebesar 2.440% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 117,16 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan yang berakhir per 30 Juni 2026, emiten rokok Gudang Garam mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547. Angka ini melonjak drastis dibandingkan Rp 61 per saham pada akhir Juni 2025.

Dari sisi pendapatan atau omzet, Gudang Garam mencatat penurunan menjadi Rp 41,17 triliun, dari sebelumnya Rp 44,36 triliun di semester I-2025. Namun, perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan ke posisi Rp 35,19 triliun, turun dari Rp 40,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan strategi efisiensi tersebut, Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba bruto sebesar Rp 5,98 triliun di enam bulan pertama tahun ini, meningkat dari Rp 3,78 triliun pada periode Januari-Juni 2026. Total aset perusahaan juga menguat ke posisi Rp 77,87 triliun, ditopang oleh peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas GGRM tercatat sebesar Rp 13,77 triliun.