DailyFX.ID — Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) menunjukkan tren positif dengan ditutup menguat 1,09% ke level Rp 930 pada Senin, 24 Agustus 2026. Perdagangan saham emiten ini melibatkan 35,23 juta lembar dengan frekuensi 5.193 kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 32,4 miliar. Penguatan ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam dua hari bursa sebelumnya, di mana saham HRUM masing-masing naik 2,27% dan 2,22%.
Dalam sepekan terakhir, saham berkode HRUM telah menguat sebesar 9,41%, dan dalam periode tiga bulan, peningkatannya mencapai 17,72%. Meskipun demikian, rasio price to book value (PBV) HRUM tercatat masih berada di angka 0,73 kali. Rasio PBV sendiri merupakan perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai buku per sahamnya.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyoroti saham Harum Energy, mengidentifikasi adanya pola bullish reversal yang berhasil menembus level resistance 895. Penguatan ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan serta indikator MACD yang menunjukkan tren menguat. Selama harga saham bertahan di atas 895, momentum kenaikan diperkirakan berlanjut menuju rentang 975 hingga 1.080.
Dari sisi kinerja finansial, PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan total pendapatan atau omzet sebesar US$ 1,07 miliar, setara dengan sekitar Rp 19 triliun (berdasarkan kurs konversi dalam laporan keuangan), sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 645,27 juta pada semester I-2025.
Peningkatan pendapatan emiten HRUM dalam enam bulan pertama tahun ini terutama didorong oleh penjualan ekspor produk MHP nikel dan MHP cobalt yang mencapai US$ 294,15 juta, serta penjualan lokal MHP nikel dan MHL cobalt senilai US$ 234,61 juta. Perlu dicatat bahwa pada semester I-2025, penjualan dari kedua komoditas tersebut belum tercatat dalam laporan keuangan.
Secara konsolidasi, laba bersih HRUM mengalami peningkatan pesat menjadi US$ 129,30 juta, melonjak dari US$ 38,35 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 36,49 juta di semester I-2026, naik dari US$ 29,76 juta pada semester I-2025.
Ikuti DailyFX.ID
