— Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan kenaikan nilai yang signifikan selama periode 3 hingga 7 Agustus 2026. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) berhasil memimpin daftar top gainers pekan ini, membukukan lonjakan harga mencapai 71,2%.

Saham CBPE mengalami kenaikan dari Rp 330 menjadi Rp 565 dalam sepekan. Performa cemerlang ini menjadikannya saham dengan pertumbuhan nilai tertinggi di antara saham-saham yang masuk dalam daftar top gainers.

Di bawah CBPE, saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) juga menunjukkan penguatan tajam sebesar 66,7%, mencapai harga Rp 720. PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menyusul dengan kenaikan 51,3% menjadi Rp 115, dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) meningkat 48,4% ke level Rp 95.

Performa positif lainnya dicatat oleh PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang naik 48,3% ke Rp 362, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) terangkat 36,3% menjadi Rp 90, serta PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang menguat 33,3% ke harga Rp 192.

Saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) turut mencatatkan kenaikan sebesar 31,8% menjadi Rp 149. Sementara itu, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) meningkat 31% ke Rp 270, dan PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) terkerek 30,9% menjadi Rp 372.

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan sebesar 2,78% pada pekan yang sama, ditutup pada level 6.409,6 dari posisi 6.236,1 pada awal pekan. Nilai kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 2,64%, dari Rp 10.923 triliun menjadi Rp 11.212 triliun, dengan tambahan nilai pasar sebesar Rp 289 triliun.

Di sisi lain, sebanyak 10 saham masuk dalam daftar top losers, menunjukkan kerugian signifikan bagi para investor pada pekan ini. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mengalami penurunan nilai paling dalam, ambles 35,2% dari Rp 880 menjadi Rp 570.

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) juga tercatat mengalami penurunan 21,9%, dari Rp 5.050 menjadi Rp 3.940. Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) ambrol 17,2% ke Rp 2.400, sementara PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) terpangkas 16,1% menjadi Rp 1.615, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) jeblok 16% ke Rp 5.250.

Saham-saham lain yang juga masuk daftar top losers antara lain PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) yang tergelincir 11% menjadi Rp 970, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melemah 10,8% ke Rp 785, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 10,6% menjadi Rp 590.

PT Tira Austenite Tbk (TIRA) juga mengalami penurunan 10% ke Rp 446, serta PT Hatten Bali Tbk (WINE) terpangkas 9,2% menjadi Rp 137.