— Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) terpantau melesat 2,54% ke level Rp 404 pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah derasnya minat investor terhadap emiten pelayaran tersebut.

Dalam perdagangan hari itu, saham SMDR diperdagangkan sebanyak 75,52 juta lembar dengan frekuensi mencapai 4.796 kali, menghasilkan nilai transaksi total sebesar Rp 30,56 miliar. Investor asing menunjukkan minat yang signifikan dengan mencatatkan net buy senilai Rp 4 miliar untuk saham SMDR.

Pergerakan positif saham Samudera Indonesia tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam satu bulan terakhir, saham ini telah membukukan kenaikan sekitar 30%. Investor asing tercatat agresif mengakumulasi saham ini dengan total net buy mencapai Rp 20,85 miliar selama periode tersebut.

Meskipun mengalami kenaikan harga yang cukup tajam, rasio price to book value (PBV) SMDR masih berada di angka 0,66 kali. Rasio PBV mengukur perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai buku per saham yang dimiliki perusahaan.

Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) SMDR tercatat sebesar 5,91 kali secara annualized. Rasio PER digunakan untuk membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.

Kinerja finansial PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menunjukkan tren positif. Perusahaan berhasil membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 32,52 juta, atau setara dengan Rp 574,32 miliar, sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 11% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat US$ 29,30 juta.

Pertumbuhan laba Samudera Indonesia ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Omzet perusahaan mencapai US$ 421,76 juta, atau sekitar Rp 7,4 triliun, yang merupakan peningkatan dari US$ 379,08 juta pada enam bulan pertama tahun 2025. Meskipun biaya jasa juga mengalami kenaikan menjadi US$ 346,94 juta dari US$ 306,49 juta, hal ini berhasil dikompensasi sehingga laba bruto naik menjadi US$ 74,81 juta, dari sebelumnya US$ 72,58 juta.