DailyFX.ID — PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) tengah mempersiapkan pendanaan bagi dua proyek strategis nasional berjenis waste-to-energy (WTE) yang terintegrasi dalam ekosistem proyek prioritas Danantara. Langkah ini menegaskan posisi SOFA dalam industri pengolahan sampah menjadi energi dan membuka potensi pendapatan yang berkelanjutan.
Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas, menggarisbawahi pentingnya keberhasilan SOFA bergabung dalam ekosistem Danantara. Selain kesiapan finansial, proyek ini juga didukung oleh kolaborasi teknologi dan prospek penjualan listrik jangka panjang.
Melalui entitasnya, AEA, SOFA memegang 10% kepemilikan saham di konsorsium WNA dan WNG. Kedua konsorsium tersebut menjalin kerja sama dengan Zhejiang Weiming Environment Protection dari Tiongkok.
Kolaborasi ini dinilai memberikan nilai tambah signifikan melalui transfer teknologi, sekaligus mempercepat kurva pembelajaran SOFA dalam sektor pengolahan sampah menjadi energi.
“Proyek WTE ini memiliki potensi power purchase agreement (PPA) selama 30 tahun dengan PLN. Tarif listriknya dipatok tetap sebesar US$ 0,20 per kWh,” jelas Jason di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Kontrak jangka panjang tersebut berpotensi menjamin arus pendapatan yang stabil setelah proyek mulai beroperasi. Progres konstruksi kedua proyek ditargetkan mencapai commercial operation date pada tahun 2028.
Pasar akan mencermati kepastian pendanaan melalui rights issue sebagai salah satu faktor kunci. Realisasi pendanaan ini akan sangat menentukan kelancaran pembangunan proyek, sekaligus memperkuat ekspektasi terhadap kontribusi proyek terhadap kinerja SOFA di masa mendatang.
Secara teknikal, saham SOFA dilaporkan sedang membentuk pola ascending triangle dengan area resistance kuat di Rp 382. “Target teknikal Rp 420 terbuka, jika berhasil tembus Rp 382 disertai volume yang kuat,” ungkap Jason.
Menurutnya, selain faktor teknikal, saham SOFA juga didukung oleh katalis fundamental berupa kepastian pendanaan rights issue dan kemajuan konstruksi dua proyek WTE yang menuju operasi komersial pada 2028.
Ikuti DailyFX.ID
