DailyFX.ID — Kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat membuka babak baru bagi pergerakan aset investasi seperti emas dan bitcoin (BTC). Meskipun kebijakan moneter AS kembali mengetat, Pluang tetap optimistis dengan proyeksi harga emas di angka US$ 5.200 dan bitcoin sebesar US$ 100.000 dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.
Head of Research Pluang, Jason Gozali, menilai keputusan Fed menaikkan suku bunga merupakan perubahan arah kebijakan yang signifikan setelah lebih dari tiga tahun bank sentral AS menahan diri. Kebijakan ini sekaligus menegaskan fokus Fed dalam menekan laju inflasi yang masih berada di atas target yang ditetapkan.
Sebelumnya, Ketua Fed, Kevin Warsh, telah mengungkapkan bahwa kondisi keuangan saat ini masih terlalu longgar untuk benar-benar meredam tekanan inflasi. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga dipandang sebagai upaya untuk memperketat kondisi finansial dan menandai berakhirnya fase kebijakan moneter yang lebih longgar.
Saat ini, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada kenaikan suku bunga terbaru, tetapi juga pada arah kebijakan Fed selanjutnya. Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Fed masih melihat adanya ruang untuk kenaikan suku bunga tambahan di tahun ini, sebuah pandangan yang lebih agresif dibandingkan perkiraan pada bulan Juni.
“Pasar bahkan telah memperhitungkan kemungkinan tiga kali kenaikan suku bunga hingga pertengahan tahun depan. Ekspektasi ini menunjukkan bahwa siklus pengetatan moneter dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya,” ujar Jason di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Di sisi lain, Fed juga memundurkan proyeksi pencapaian target inflasi 2% dari tahun 2028 menjadi 2029. Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses membawa inflasi kembali ke sasaran yang diinginkan berpotensi membutuhkan waktu yang lebih lama.
Meskipun suku bunga AS mengalami kenaikan dan kebijakan moneter menjadi lebih ketat, Pluang tetap melihat adanya peluang pada aset lindung nilai yang berada di luar dolar AS.
“Kami mempertahankan target harga emas US$ 5.200 dan bitcoin (BTC) US$ 100.000 dalam 12 bulan ke depan. Kami melihat siklus pengetatan yang lebih panjang dari ekspektasi sebagai faktor yang terus mendukung aset lindung nilai di luar dolar,” jelas Jason.
Dengan demikian, arah pergerakan harga emas dan bitcoin dalam beberapa bulan mendatang akan sangat dipengaruhi oleh durasi pengetatan kebijakan Fed, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan, serta perkembangan data inflasi di Amerika Serikat.
Ikuti DailyFX.ID
