DailyFX.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka peluang untuk menggelar pertemuan tatap muka dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun ini. Laporan dari Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat AS, menyebutkan Trump secara pribadi mendiskusikan potensi pertemuan langsung tersebut di sela-sela agenda kunjungannya ke kawasan Asia pada November 2026. Pertemuan itu diperkirakan bertepatan dengan momentum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang bakal digelar di Shenzhen, China.
Meski belum ada perencanaan resmi yang diputuskan, ketertarikan Trump ini mengisyaratkan adanya dorongan baru untuk membuka kran komunikasi diplomasi secara langsung. Langkah ini menandai dinamika baru setelah keduanya sempat melangsungkan tiga kali pertemuan pada periode pertama kepemimpinan Trump sebagai presiden AS. Pihak Gedung Putih menegaskan Trump dan Kim akan bertemu pada waktu yang tepat, sementara perwakilan diplomasi Korut di PBB sejauh ini belum memberikan respons resmi terkait laporan tersebut.
Dalam pernyataannya pada awal pekan ini, Trump menepis anggapan bahwa Korea Utara enggan merespons iktikad komunikasinya. Ia mengklaim bahwa Kim Jong Un telah memberikan tanggapan balasan. “Kim Jong Un sangat menghargai saya. Sebenarnya, kami sudah bertemu dalam berbagai kesempatan, tepatnya dalam dua kali pertemuan resmi di mana kami berbincang dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahaminya, dan dia pun mengerti saya,” ujar Trump.
Pernyataan optimistis tersebut disampaikan hanya sehari setelah Trump menginstruksikan Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) untuk “mengurangi secara substansial” keterlibatan personil dalam latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Trump menyebutkan bahwa efisiensi anggaran dan pertimbangan hubungan baiknya dengan Kim menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Hubungan diplomasi antara AS dan Korut telah melewati dinamika yang panjang dan pasang surut. Pada masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump (2017–2021), pendekatan diplomasi kedua negara mencatat sejarah baru melalui metode top-level diplomacy atau komunikasi langsung antar-pemimpin negara.
Trump dan Kim Jong Un tercatat pernah melangsungkan tiga kali pertemuan bersejarah:
- KTT Singapura (Juni 2018): Pertemuan puncak pertama dalam sejarah antara presiden AS yang masih menjabat dengan pemimpin Korut, yang menghasilkan komitmen umum terkait denuklirisasi Semenanjung Korea.
- KTT Hanoi, Vietnam (Februari 2019): Pertemuan kedua yang berakhir tanpa kesepakatan (no-deal) akibat perbedaan pandangan mengenai pencabutan sanksi ekonomi dan tahapan pembongkaran fasilitas nuklir Korea Utara.
- Pertemuan di Zona Demiliterisasi/ DMZ (Juni 2019): Pertemuan spontan di perbatasan Korut dan Korsel, di mana Trump menjadi Presiden AS pertama yang melangkah ke wilayah teritorial Korut.
Meski interaksi personal antara kedua pemimpin sempat mencairkan ketegangan, perundingan denuklirisasi tingkat tinggi sempat mengalami kebuntuan (stagnasi) dalam beberapa tahun terakhir. Isu latihan militer gabungan AS-Korsel dan keberlanjutan program pengujian senjata oleh Korut kerap menjadi poin krusial yang memicu pasang surut stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur.
Ikuti DailyFX.ID
