DailyFX.ID — AHVAZ – Seorang ulama senior Iran menyatakan bahwa Republik Islam Iran tengah bersiap untuk meningkatkan daya jangkau rudal miliknya hingga 15.000 kilometer. Kapasitas ini diklaim mampu menjangkau wilayah daratan Amerika Serikat secara langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Abdolnabi Mousavifard, pemimpin salat Jumat di kota Ahvaz, Iran barat daya. “Kami sedang mempersiapkan diri agar rakyat Amerika Serikat juga merasakan bagaimana rasanya dihantam rudal dan memahami arti dari kehancuran serta pertumpahan darah,” ujar Mousavifard dalam khotbahnya.
Mousavifard menambahkan, teknologi rudal Iran saat ini sebenarnya sudah mampu menjangkau hingga ke “jantung Yerusalem” yang berjarak sekitar 2.000 kilometer dari wilayah Iran. Sembari memimpin seruan “balas dendam, balas dendam” di hadapan para jamaah, ulama tersebut juga menyampaikan harapannya agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat dihancurkan oleh kekuatan militer Iran.
Program pengembangan rudal balistik Iran telah lama menjadi salah satu fokus utama dalam ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di bawah doktrin pertahanan nasionalnya, Iran terus membangun persenjataan rudal sebagai sarana utama untuk mencapai daya tangkal (deterrence) terhadap potensi ancaman dari AS dan sekutunya, termasuk Israel.
Sebagian besar persenjataan rudal operasional Iran saat ini mencakup jarak menengah hingga 2.000 km, yang dirancang untuk menjangkau target-target strategis di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Pernyataan mengenai pengembangan rudal berjangkauan antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ ICBM) hingga 15.000 km mencerminkan eskalasi retorika politik di tengah tingginya tensi militer.
Meskipun pengujian teknologi luar angkasa dan peluncur satelit Iran sering dicurigai oleh negara-negara Barat sebagai kedok pengembangan ICBM, penambahan jarak tempuh ekstrem ini akan membutuhkan lompatan teknologi yang signifikan pada sistem pendorong dan pemandu rudal. Kendati demikian, wacana peningkatan kapasitas artileri ini terus dijadikan alat penekanan psikologis dalam dinamika konflik regional.
Ikuti DailyFX.ID
